
Festival Jejak Pangan Lestari 2025 Menyebarkan Pesan Penting tentang Sistem Pangan Berkelanjutan
Pada perayaan Hari Pangan Sedunia, Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) menyelenggarakan Festival Jejak Pangan Lestari 2025 di Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2025, dan dihadiri oleh ratusan pengunjung yang antusias.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tujuan dari festival tahunan ini adalah untuk menyebarkan pesan kunci serta produk pengetahuan yang dihasilkan oleh mitra-mitra KSPL dalam satu tahun terakhir. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat kolaborasi antara KSPL dengan para mitra, jejaring, dan masyarakat luas dalam upaya mendorong transformasi sistem pangan berbasis lokal yang sehat, beragam, adil, tangguh, dan lestari di Indonesia.
Selama festival, pengunjung diberikan kesempatan untuk berkenalan langsung dengan mitra dan jejaring KSPL melalui berbagai booth yang menampilkan inisiatif dan pesan yang diperjuangkan oleh masing-masing pihak. Di samping itu, beberapa booth juga menyediakan kudapan bagi pengunjung yang hadir.
Gina Karina, Kepala Sekretariat KSPL, menyampaikan harapan bahwa festival ini dapat mengingatkan kembali bahwa sistem pangan sangat dekat dengan kehidupan kita. Ia menekankan bahwa seperti para mitra dan jejaring KSPL yang beragam, setiap individu juga bisa mengambil peran penting dalam menciptakan sistem pangan Indonesia yang lebih sehat, beragam, adil, tangguh, dan lestari berbasis sumber daya dan kearifan lokal.
Diskusi Mengenai Pangan Lestari untuk Manusia, Alam, dan Iklim
Festival ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk diskusi dengan tema “Pangan Lestari untuk Manusia, Alam, dan Iklim yang Sehat”. Acara ini menghadirkan sejumlah praktisi pangan ternama, seperti Dr. Umi Fahmida, Dosen Departemen Ilmu Gizi FK UI dan Ahli di SEAMEO RECFON, serta Saskia Tjokro, Director di ANGIN Advisory.
Diskusi ini menjadi wadah untuk berbagi wawasan dan strategi dalam menghadapi tantangan pangan yang semakin kompleks. Para peserta berdiskusi tentang bagaimana pangan bisa menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia, alam, dan iklim.
Peran KSPL dalam Transformasi Sistem Pangan Nasional
KSPL merupakan bagian dari Food and Land Use Coalition (FOLU) di tingkat global. Sebagai platform kolaborasi, KSPL mengumpulkan berbagai pihak yang bekerja sama dalam mewujudkan sistem pangan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, alam, dan iklim. KSPL memiliki 11 mitra utama yang juga merupakan pendiri, yaitu CIFOR-ICRAF, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Garda Pangan, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis), Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Yayasan KEHATI, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Parongpong RAW Lab, Systemiq, dan WRI Indonesia.
Ifan Martino, Koordinator bidang Pangan, Direktorat Pangan dan Pertanian, mengungkapkan kepuasannya bekerja sama dengan KSPL selama empat tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa kedua pihak memiliki visi yang sama dalam mendorong pendekatan ekoregionalisasi sebagai kunci transformasi sistem pangan nasional.
“Dengan pendekatan ini, setiap pihak memiliki peran yang sama-sama penting, sehingga kolaborasi dengan KSPL berperan sebagai jembatan yang dapat menghubungkan setiap pemangku kebijakan. Karena itu, kami harap sinergi ini dapat terus diperkuat dan diperluas,” ujarnya.
Kesimpulan
Festival Jejak Pangan Lestari 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi dan edukasi, tetapi juga menjadi momen penting untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya sistem pangan yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, diharapkan Indonesia mampu mencapai swasembada pangan yang sejati dan berkelanjutan.