
aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini sedang melakukan kajian terhadap rencana investasi di sektor peternakan ayam atau unggas. Dalam rencana tersebut, dana sebesar Rp 20 triliun telah disiapkan untuk memodernisasi sektor hulu peternakan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai swasembada protein nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa rencana investasi ini masih dalam tahap evaluasi. Menurutnya, investasi ini sangat penting dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein yang tinggi, terkait dengan implementasi program Makan Bersama Gratis (MBG).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ini juga akan dikaji, nanti tentu akan ada juga SKB (Surat Keputusan Bersama) yang akan dikeluarkan oleh menteri terutama untuk ketahanan pangan dan apalagi dengan MBG kita membutuhkan banyak protein," ujarnya saat berada di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Sayangnya, Dony belum bisa memberikan informasi lebih lanjut karena proses kajian masih berlangsung. Yang jelas, menurut Dony, Danantara sebagai sebuah korporasi akan memastikan rencana ini dieksekusi dengan perhitungan bisnis yang matang.
"Danantara tentu saja sebagai korporasi akan mengkaji dengan baik dan akan melaksanakan ini sesuai dengan kaidah korporasi yang baik," tegasnya.
Mengenai kapan investasi senilai Rp 20 triliun ini akan mulai direalisasikan di lapangan, Dony menyebutkan bahwa prosesnya akan dipercepat setelah seluruh kajian selesai. "Ini sedang dikaji, mungkin sesegera mungkin," tambahnya.
Sebelumnya, Program hilirisasi pertanian akan mendapatkan investasi dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebesar Rp 371 triliun.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa investasi ini akan difokuskan untuk hilirisasi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan hortikultura. Program besar ini ditargetkan mampu menciptakan sekitar 8 juta tenaga kerja.
“Total rencana Rp 371 triliun kita investasi sektor pertanian, pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan. Pra-FS (studi kelayakan) akan diselesaikan dalam waktu singkat dan diserahkan Danantara. Tadi kita sudah sepakati semua prinsipnya dan kita percepat,” kata Amran dalam keterangan resminya, Jumat (7/11/2025).
Selain investasi Rp 371 triliun, pemerintah juga menyiapkan investasi khusus senilai Rp 20 triliun untuk memperkuat pasokan ayam dan telur nasional. Hal ini dilakukan guna meningkatkan produksi dan mendukung program MBG.
“Kita akan buat seluruh Indonesia untuk menyuplai Badan Gizi Nasional (BGN). Kita menyuplai, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang,” terangnya.
Strategi Investasi Danantara dalam Sektor Peternakan
Investasi yang akan dialokasikan oleh BPI Danantara tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi di sektor peternakan. Beberapa strategi yang diperkirakan akan diterapkan antara lain:
- Modernisasi infrastruktur – Peningkatan fasilitas dan teknologi di peternakan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.
- Pengembangan sistem rantai pasok – Memastikan distribusi produk yang cepat dan efisien agar tidak terjadi kelangkaan.
- Pelatihan dan pendidikan peternak – Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peternak agar mampu mengelola usaha secara profesional.
Dengan pendekatan ini, Danantara berharap dapat membantu pemerintah mencapai target swasembada protein nasional. Selain itu, investasi ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Proses Kajian dan Rencana Implementasi
Proses kajian yang sedang dilakukan oleh Danantara melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli ekonomi, pengusaha, dan pejabat pemerintah. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa investasi ini tidak hanya bermanfaat bagi industri peternakan, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian nasional.
Beberapa langkah yang dipertimbangkan dalam kajian ini antara lain:
- Analisis risiko – Mengidentifikasi potensi tantangan dan risiko yang mungkin muncul selama pelaksanaan proyek.
- Evaluasi dampak lingkungan – Memastikan bahwa proyek tidak merusak lingkungan sekitar.
- Koordinasi dengan pemerintah daerah – Melibatkan pihak-pihak lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Setelah kajian selesai, Danantara akan segera merealisasikan rencana investasi tersebut. Proses ini diharapkan berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.