aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Pengelolaan peternakan ayam atau lahan pangan oleh TNI Angkatan Darat (AD) dalam mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, kini menjadi topik yang menarik perhatian publik. Namun, penugasan tersebut masih dalam tahap konsep umum dan belum memiliki arahan resmi dari pihak TNI AD.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel (Inf) Donny Pramono menjelaskan bahwa hingga saat ini, informasi terkait rencana pelibatan TNI AD dalam pengelolaan peternakan ayam atau lahan pangan untuk MBG masih bersifat konseptual. Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian lebih lanjut dengan instansi terkait sebelum memberikan kebijakan resmi.
“Terkait pemberitaan mengenai rencana pelibatan TNI Angkatan Darat dalam pengelolaan peternakan ayam atau lahan pangan untuk mendukung program makan bergizi (MBG), hingga saat ini sifatnya masih sebagai konsep umum yang akan terus dikaji bersama instansi terkait,” kata Donny, saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025).
Donny menegaskan bahwa apabila sudah ada arahan resmi dari pimpinan TNI AD, pihaknya akan menyampaikannya secara terbuka kepada publik. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan pemahaman yang jelas terhadap peran TNI AD dalam program-program pemerintah.
Sejak awal, TNI AD berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan program MBG sesuai dengan bidang tugas dan kewenangannya. Donny menekankan bahwa setiap bentuk dukungan dari TNI AD selalu diarahkan untuk membantu pemerintah memperlancar pelaksanaan program demi kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di wilayah.
Dalam konteks pembinaan teritorial, TNI AD telah mengembangkan satuan-satuan di tingkat Komando Distrik Militer (Kodim) dengan menambah Kompi Produksi yang memiliki kemampuan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, konstruksi, dan kesehatan. Ini merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk meningkatkan kemandirian pangan di wilayah-wilayah tertentu.
Selain itu, Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) yang saat ini tengah dikembangkan juga diarahkan memiliki peran serupa, yakni membantu pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian pangan dan pembangunan wilayah. YTP ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan memperkuat stabilitas ekonomi lokal.
“Pelibatan TNI AD dalam program-program pemerintah selalu berlandaskan pada tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yakni membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, termasuk upaya mencapai kedaulatan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional,” ujar Donny.
Dengan demikian, TNI AD tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Meskipun saat ini penugasan dalam pengelolaan peternakan ayam atau lahan pangan masih dalam tahap konsep, TNI AD siap memberikan dukungan yang diperlukan jika nantinya ada kebijakan resmi yang dikeluarkan.