Dukung Wisata Berkelanjutan, ITDC Gunakan Lampu Hemat Energi

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Dukung Wisata Berkelanjutan, ITDC Gunakan Lampu Hemat Energi


PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC menunjukkan komitmennya terhadap pariwisata yang berkelanjutan. Salah satu inisiatif terbaru yang dilakukan adalah pengujian sistem pencahayaan pintar atau lampu hemat energi di kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Langkah ini merupakan bagian dari upaya ITDC untuk menciptakan destinasi wisata yang efisien dalam penggunaan energi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan tren global menuju pariwisata hijau.


Direktur Operasional ITDC Troy Waroka menjelaskan bahwa efisiensi listrik dilakukan melalui kolaborasi dengan perusahaan penyedia teknologi pencahayaan hemat energi. “Kami harus kreatif termasuk dalam penerangan lampu. Inovasi ini didasari kebutuhan dan kesadaran bahwa energi harus efisien, ramah lingkungan, dan menjalankan prinsip berkelanjutan,” ujarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Uji coba sistem lampu pintar ini dilakukan di area pengelolaan seluas 350 hektare di The Nusa Dua. Program tersebut akan berlangsung selama dua bulan sebelum diterapkan secara penuh dan diperluas ke dua kawasan pariwisata lain yang dikelola ITDC di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Hemat Listrik hingga 90 Persen


Menurut ITDC, penerapan sistem pencahayaan cerdas ini berpotensi memangkas konsumsi listrik hingga 90 persen. Angka ini berasal dari kombinasi lampu hemat energi (70 persen) dan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu menambah efisiensi hingga 20 persen.

Lukas Ardana, perwakilan dari mitra korporasi ITDC, menjelaskan bahwa teknologi ini tidak hanya menghemat energi, tetapi juga mengurangi biaya perawatan.


“Melalui sistem IoT, kami bisa memantau kondisi pencahayaan di setiap titik. Dari dasbor, terlihat mana yang boros atau rusak, jadi tim tidak perlu mengecek satu per satu,” jelasnya.

Selain efisiensi energi, penerapan pencahayaan pintar ini diharapkan menciptakan suasana malam yang lebih nyaman dan estetik bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Nusa Dua yang dikenal sebagai pusat resor mewah, konferensi internasional, dan event global. Pencahayaan yang efisien dan terkelola baik juga akan meningkatkan keamanan dan daya tarik visual kawasan wisata, sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman berlibur dengan lebih tenang dan berkesan.

Menuju Destinasi Hijau Dunia


Langkah ITDC ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan kelas dunia. Dengan penerapan teknologi ramah lingkungan di kawasan ikonik seperti Nusa Dua, pemerintah berharap model serupa bisa diadaptasi di destinasi lain di Tanah Air dari Mandalika hingga Labuan Bajo.

“Pariwisata masa depan bukan hanya soal keindahan, tetapi juga tanggung jawab terhadap bumi,” kata Troy.

“Kami ingin Nusa Dua menjadi contoh bahwa kemewahan dan keberlanjutan bisa berjalan berdampingan,"' tutupnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan