
Titus Pekei Hadiri Pertemuan di Dinas Budpar Deiyai
Pencetus Noken sebagai Warisan Tak Benda Dunia di UNESCO pada 4 Desember 2011, Titus Pekei, mengunjungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deiyai. Kunjungan tersebut berlangsung pada hari Selasa (15/10/2025) siang kemarin.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kedatangan Titus langsung disambut oleh sejumlah pejabat dan staf Dinas Budpar Deiyai. Mereka antara lain Sekretaris Dinas Budpar, Deki Tekege; Kabid Destinasi Wisata, Moses Mote; Kabid Pemasaran, Afrida Douw; Kabid Pengembangan Kemitraan Pariwisata, Lodek Madai; Kabid Kebudayaan, Yanuarius Doo, serta belasan staf lainnya.
Pada pertemuan tersebut, beberapa topik dibahas terkait pengembangan pariwisata dan pemajuan kebudayaan di kabupaten Deiyai. Titus menyampaikan maksud kedatangannya, yaitu selain untuk penelitian, juga ingin mendiskusikan berbagai hal penting dalam rangka membangun Deiyai.
Sebagai tokoh yang selama ini aktif dalam pengembangan noken dan kebudayaan secara umum, Titus berharap agar semua pihak di Deiyai dapat bertanggung jawab dalam melestarikan hutan sebagai sumber bahan baku pembuatan noken.
Ini tugas kita bersama. Sampaikan kepada masyarakat bahwa noken akan hilang ketika alam tidak lagi menghasilkan bebi (kulit kayu). Maka, semua pihak harus bersatu menjaga hutan, ujarnya.
Titus juga mengusulkan agar pemerintah kabupaten Deiyai mempertimbangkan kembali untuk membudidayakan pohon-pohon yang menghasilkan bebi. Selain itu, ia menekankan pentingnya mengajarkan noken kepada anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah.
Untuk kepentingan bahan ajar, Titus telah menyusun modul pengajaran dan buku tersebut pernah dicetak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2013 lalu.
Pengembangan Wisata Rohani di Deiyai
Kepala Bidang Destinasi Wisata, Moses Mote, menjelaskan bahwa Deiyai layak dikembangkan menjadi destinasi wisata rohani. Menurutnya, peradaban orang Papua di wilayah Pegunungan dimulai melalui Deiyai.
Misionaris masuk pertama kali melalui Deiyai. Ini fakta. Maka, sudah seharusnya Deiyai dikembangkan menjadi wisata rohani, katanya.
Ia menilai bahwa Deiyai memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata rohani, mengingat sejarah dan budaya yang kaya di wilayah tersebut.
Pembangunan Museum Noken di Deiyai
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Yanuarius Doo, menyampaikan rencana pembangunan Museum Noken di Deiyai.
Pencetus Noken di UNESCO adalah putra terbaik dari Deiyai. Maka, di Deiyai harus ada Museum Noken, jelas Doo.
Pembangunan museum ini diharapkan dapat menjadi tempat penyimpanan dan pameran noken, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam noken.
Ucapan Terima Kasih dari Kepala Dinas Budpar
Setelah pertemuan berakhir, Kepala Dinas Budpar Deiyai, Marten Pekei, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Titus Pekei.
Kami senang atas kunjungan ini. Ke depan, kami butuh masukan dan bantuan dari Bapak Titus dalam pengembangan Dinas Budpar, ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih intensif antara Titus Pekei dengan Dinas Budpar Deiyai dalam upaya melestarikan dan mengembangkan noken serta kebudayaan lokal.