
aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Harga emas batangan bersertifikat Antam dari Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat stabil pada awal pekan ini. Kondisi ini membuka peluang bagi harga emas untuk mencapai level Rp 2,5 juta per gram hingga akhir tahun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data dari situs Logam Mulia, harga emas Antam pada Senin (15/12) berada di angka Rp 2.464.000 per gram. Angka ini naik sebesar Rp 2.000 dibandingkan dengan harga pada Sabtu (13/12/2025) yang berada di level Rp 2.462.000 per gram.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 2.324.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.322.000 per gram.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa level Rp 2,5 juta per gram masih realistis untuk dicapai hingga akhir tahun. Hal ini didorong oleh tren bullish harga emas global yang terus berlangsung.
Ia menyoroti bahwa permintaan dari bank sentral tetap kuat serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Pasifik dan Karibia semakin memperkuat minat terhadap aset safe haven seperti emas.
Di tengah situasi harga yang tinggi dan pasokan emas fisik yang relatif terbatas di pasar, strategi investor dinilai perlu lebih selektif. Lukman menyarankan investor untuk mulai memfokuskan strategi ke horizon jangka menengah dan panjang, terutama menuju 2026.
“Strategi ideal adalah mengalokasikan 60%–70% untuk jangka panjang, dan 30%–40% untuk jangka pendek. Investor bisa masuk saat terjadi koreksi dan melakukan profit taking sebagian,” ujarnya.
Sementara itu, Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menilai momentum kenaikan harga emas global memberikan peluang bagi emas Antam untuk menyentuh angka Rp 2,5 juta per gram. Namun, ia tetap memperingatkan adanya potensi koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung.
“Dengan momentum harga emas dunia saat ini, target Rp 2,5 juta per gram cukup realistis jika sentimen global tetap mendukung,” kata Wahyu.
Ia memprediksi bahwa emas Antam memiliki peluang untuk mencapai kisaran Rp 2,8 juta hingga Rp 3 juta per gram, dengan catatan sentimen global tetap kondusif. Wahyu juga menekankan bahwa sentimen geopolitik dan arah kebijakan The Fed masih menjadi faktor penentu utama pergerakan harga emas hingga akhir tahun.
Untuk strategi investasi, Wahyu menyarankan investor tetap disiplin dan tidak agresif dalam mengejar harga. Ia menilai strategi pembelian bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) dapat menjadi pilihan untuk meredam risiko volatilitas.
Bagi investor jangka panjang, emas tetap relevan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Oleh karena itu, fluktuasi jangka pendek dinilai tidak mengubah prospek utama emas sebagai aset investasi yang stabil.