Dulu Hengkang dari Sepak Bola, Josko Gvardiol Kini Jadi Pilar Manchester City

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Dulu Hengkang dari Sepak Bola, Josko Gvardiol Kini Jadi Pilar Manchester City

Perjalanan Josko Gvardiol dari Kehilangan Semangat ke Puncak Sepak Bola Eropa

Josko Gvardiol, bek asal Kroasia yang kini menjadi bagian penting dari lini belakang Manchester City, memiliki kisah perjalanan yang tidak mudah. Dalam wawancara dengan BBC Sport, ia mengungkapkan bahwa di masa remajanya, ia hampir meninggalkan dunia sepak bola dan beralih ke olahraga lain.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada usia 16 tahun, saat masih berada di akademi Dinamo Zagreb, Gvardiol merasa tidak bahagia dalam bermain sepak bola. Ia bahkan mempertimbangkan untuk berhenti karena menikmati bola basket lebih banyak. "Saya berpikir untuk berhenti karena saya juga menyukai bola basket," ujarnya.

Kurangnya kesempatan bermain di tim muda membuatnya ragu akan masa depannya. Namun, keputusan untuk tetap bertahan terbukti menjadi langkah yang tepat. Gvardiol akhirnya berhasil menembus tim utama Dinamo Zagreb dan membantu klub meraih gelar ganda liga dan piala domestik sebelum pindah ke RB Leipzig pada 2021 dengan rekor transfer 16 juta euro, yang merupakan rekor bagi pemain Kroasia muda.

Performa konsisten di Bundesliga membuka jalan bagi Gvardiol untuk bergabung dengan Manchester City pada Agustus 2023. Ia diboyong dengan nilai 77 juta euro, menjadikannya bek termahal kedua dalam sejarah setelah Harry Maguire.

Sejak kedatangannya di Etihad Stadium, Gvardiol berkembang pesat di bawah asuhan Pep Guardiola. Ia telah tampil lebih dari 50 kali di semua kompetisi musim lalu, mencatatkan total waktu bermain lebih dari 6.000 menit untuk klub dan negaranya, termasuk tampil hampir penuh di Liga Inggris.

Guardiola memuji kematangan dan fleksibilitas Gvardiol, yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Meskipun City gagal meraih trofi untuk pertama kalinya sejak 2017, Gvardiol tetap menjadi elemen vital dalam struktur pertahanan. Ia juga menjadi bek dengan jumlah gol terbanyak di Liga Inggris selama periode tersebut.

Setelah mengalami cedera lutut yang membuatnya absen beberapa bulan, Gvardiol kini kembali ke posisi naturalnya di bek tengah kiri, membantu City bangkit dengan rekor tak terkalahkan dalam lima laga terakhir.

Performa solid City musim ini sebagian besar disokong oleh kestabilan di lini belakang. Menurut mantan penyerang Manchester City, Ellen White, duet Gvardiol dan Ruben Dias membawa keseimbangan baru di pertahanan.

Dari seorang remaja yang sempat ingin meninggalkan sepak bola demi bola basket, Gvardiol kini menjelma menjadi simbol ketekunan dan pembuktian diri. Ia menegaskan bahwa perjalanan kariernya masih panjang, dan target utama musim ini adalah mengembalikan City ke puncak Eropa.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan