Dulu Pernikahan Kontrak, Kini Wisatawan Arab Bawa Keluarga ke Puncak

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Dulu Pernikahan Kontrak, Kini Wisatawan Arab Bawa Keluarga ke Puncak
Dulu Pernikahan Kontrak, Kini Wisatawan Arab Bawa Keluarga ke Puncak

Fenomena Kawin Kontrak di Puncak Bogor dan Cianjur

Fenomena kawin kontrak yang sebelumnya marak terjadi di kawasan Puncak Bogor dan Cianjur, Jawa Barat, kini mulai menurun. Peristiwa ini biasanya dilakukan oleh warga negara asing (WNA), khususnya dari kawasan Timur Tengah. Namun, kini kondisi telah berubah.

Menurut tokoh masyarakat di Puncak Bogor, TM, kini banyak turis laki-laki dari kawasan Arab dan sekitarnya yang membawa istri dan anak mereka saat berlibur ke Puncak Bogor atau Cianjur. Hal ini membuat kesempatan bagi para lelaki untuk melakukan kawin kontrak semakin berkurang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Karena tamu-tamu Arab kebanyakan sekarang bawa istri, bawa anak. Jadi anak sendiri dibawa, istri sendiri dibawa, jadi tidak ada kesempatan. Gak kayak dulu, dulu kan banyak yang (tamu Arab) bujangan," ujar TM di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (24/10/2025).

Kawin kontrak adalah pernikahan yang dilakukan berdasarkan perjanjian untuk jangka waktu tertentu, bukan untuk selamanya seperti pernikahan biasa. Setelah masa kontrak habis, hubungan suami istri otomatis berakhir. Menurut TM, di tahun 2025 ini, banyak biong atau germo kawin kontrak yang pusing karena tidak lagi mendapatkan penghasilan dari prostitusi yang dibalut dalam kawin kontrak tersebut.

"Sekarang biong-biong, gremo-gremo itu pada stres," kata TM.

Meskipun demikian, praktik kawin kontrak ini masih ada dan dilakukan secara tersembunyi. Dalam kawin kontrak ini, orang-orang yang terlibat seperti perempuan kebanyakan berasal dari luar Bogor. Tarif sekali kawin kontrak biasanya sekitar Rp2,5 juta atau lebih. Itu belum termasuk uang tambahan yang diminta si perempuan ke si hidung belang.

Namun, TM juga menyebutkan bahwa kini ada modus yang agak berbeda yang ditemukan di salah satu desa di kawasan Puncak Bogor. Kasusnya melibatkan perempuan-perempuan asal Cianjur, Sukabumi, dan Sumedang.

"Mereka diajak nikah sama laki-laki, tapi nikahnya sama orang Arab. Dinikahi sama orang Arab, ternyata bukan dijadikan istri, dijual ke Arab lagi," ujar TM.

Pernikahan Bodong

Pernikahan kontrak ini, menurut TM, sering kali dilakukan di kawasan Puncak Bogor atau Puncak Cianjur, meski pelakunya berasal dari luar daerah. Modusnya adalah pernikahan kontrak dilakukan terlihat seperti pernikahan biasa. Namun, orang yang terlibat seperti saksi, wali nikah, dan amil merupakan orang suruhan atau bodong.

Tarif sekali nikah kontrak adalah Rp 2 Juta hingga 4 Jutaan, yang biasanya dibayarkan ke orang yang berperan sebagai amil bodong.

"Pokoknya di atas Rp 2 Jutaan lah kalau dinikahkan, itu sekali kawin kontrak. Bayarnya ke amil (amil bodong), Rp 2 Juta, Rp 2,5 Juta, sampai Rp 4 Juta," tambah TM.

Setelah itu, uang tersebut akan dibagi-bagi ke pelaku lain yang terlibat membantu menggelar pernikahan kontrak tersebut. Kemudian, untuk sang PSK yang dinikahkan kontrak, akan menjadikan sang tamu Arab hidung belang ini sebagai "pohon uang."

Jika dia dapat banyak, sang PSK akan memberikan uang tambahan kepada para pelaku lain yang membantunya dalam proses kawin kontrak.

"Nanti si cewek itu, uang jajan, uang makan, kan dikasih sama orang Arab, nanti dikasih ke orang-orang itu (pelaku lain)," kata TM.

Selama beberapa hari sampai belasan hari, si PSK akan tinggal di vila bersama si hidung belang tamu Arab ini layaknya pasangan suami istri. Sampai nanti si hidung belang memutuskan cerai.

"Tinggal di vila, si ceweknya merengek ke si Arab itu. Kakak saya begini, saya butuh uang, keluarga sakit lah, dirawat lah. Nanti dapet (duit) lagi, nanti dikasihkan," katanya.

"Namanya juga jablay (PSK), bukan cewek biasa," imbuhnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan