Dunia Hari Ini: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Akibat Serangan Israel ke Lebanon

Dunia Hari Ini: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Akibat Serangan Israel ke Lebanon
Dunia Hari Ini: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Akibat Serangan Israel ke Lebanon

Konflik Iran dan Israel Mengancam Gencatan Senjata

Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas, dengan gencatan senjata yang terancam setelah serangan Israel terhadap target Hizbullah di Lebanon. Serangan tersebut dilakukan dalam waktu singkat, dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan 100 serangan berbeda terhadap kelompok militan yang didukung Iran dalam waktu 10 menit pada hari Rabu (08/04).

Iran menuduh Israel melanggar gencatan senjata yang baru beberapa jam berlaku, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut. Akibat serangan tersebut, Kementerian Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan sekitar 700 lainnya terluka.

Selain itu, akses jalur kapal melalui Selat Hormuz juga mengalami ketidakpastian. Lalu lintas kapal praktis terhenti selama 24 jam sejak Iran mencabut blokade terhadap jalur pelayaran penting tersebut secara bersyarat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global yang bergantung pada jalur laut strategis ini.

Penembakan Fatal di Melbourne

Di sisi lain, polisi sedang menyelidiki penembakan fatal yang terjadi di Box Hill, Melbourne. Detektif dari unit pembunuhan Kepolisian Victoria sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Kejadian terjadi saat petugas menerima laporan tentang perkelahian di sebuah menara di komplek apartemen di Whitehorse Road sebelum pukul 2 pagi hari ini (09/04).

Menurut laporan petugas, seorang pria meninggal dalam kejadian yang dianggap sebagai penembakan yang ditargetkan. Dua penghuni yang mendengar suara tembakan mengatakan bahwa suara tersebut berasal dari lantai 11. Jenazah korban belum diidentifikasi secara resmi.

"Ratu Ketamin" Diadili atas Kematian Matthew Perry

Seorang pengedar narkoba yang dikenal sebagai "Ratu Ketamin" telah dihukum 15 tahun penjara terkait kematian aktor Matthew Perry. Jayvee Sangha, yang menjalankan "rumah penyimpanan" narkotika ilegal di rumahnya di North Hollywood, Los Angeles, mengakui bersalah atas lima dakwaan kejahatan narkoba yang terkait dengan kematian Perry pada tahun 2023.

Sangha, yang merupakan warga negara ganda AS-Inggris, menghadapi hukuman hingga 65 tahun penjara. Namun, hakim Distrik AS Sherilyn Garnett memberikan hukuman 15 tahun, yang lebih berat daripada hukuman yang diterima oleh keempat terdakwa lainnya dalam kasus tersebut, termasuk dua dokter.

Daniil Medvedev Hancurkan Raket Setelah Kalah

Petenis Rusia Daniil Medvedev mengalami kekalahan telak dalam pertandingan melawan Matteo Berrettini. Dalam waktu 49 menit, Medvedev kalah 6-0, 6-0, yang merupakan kekalahan terburuknya dalam karier. Setelah tertinggal 2-0 di set kedua, Medvedev menghancurkan raketnya enam kali.

Petenis berusia 30 tahun itu melemparkan raketnya ke lapangan tanah liat berulang kali dan melemparkannya ke belakang lapangan, disoraki oleh penonton. Akhirnya, ia menghancurkannya berkeping-keping dengan satu pukulan keras ke tanah dan kemudian membuangnya ke tempat sampah.

Medvedev, yang biasanya tampil baik di turnamen lapangan keras AS, menutup sore yang naas dengan 28 kesalahan sendiri dan lima kesalahan ganda. Ini hanya kelima kalinya pemain peringkat 10 besar kalah 6-0, 6-0 sejak peringkat ATP dimulai pada tahun 1973, dan pertama kalinya dalam satu dekade.