
Arsenal dan Perubahan Strategi yang Membawa Kemenangan
Pada malam Selasa, tim Arsenal menunjukkan performa luar biasa dengan mengalahkan Atlético Madrid 4-0 dalam pertandingan Liga Champions. Hasil ini menjadi bukti bahwa The Gunners kini lebih siap untuk memperoleh trofi besar. Dalam pertandingan tersebut, semua gol tercipta dalam waktu 12 menit babak kedua, menunjukkan keunggulan tim dalam memanfaatkan peluang.
Viktor Gyökeres, penyerang baru Arsenal, mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, sementara Martín Zubimendi, pemain baru lainnya, juga tampil menonjol. Penambahan pemain musim panas ini telah membawa tim Mikel Arteta ke level yang lebih tinggi, meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, apakah keseimbangan dalam tim menjadi salah satu faktor utama yang membuat Arsenal bermain lebih baik akhir-akhir ini?
Kecenderungan Arsenal di Sisi Kanan
Selama musim sebelumnya, serangan Arsenal terutama berasal dari sisi kanan. Performa terbaik mereka terjadi pada paruh kedua musim 2023/24, ketika mereka memenangkan 16 dari 18 pertandingan Liga Primer. Trisula penyerang Benjamin White, Martin Odegaard, dan Bukayo Saka di sisi kanan menjadi andalan tim.
Menurut Athletic, kombinasi yang paling umum adalah White melakukan overlapping, memberi ruang bagi Saka, sementara Odegaard bertugas memberikan umpan. Kemampuan White dalam berlari dan posisi yang tepat, bersama dengan umpan Odegaard dan kemampuan Saka dalam menggiring bola, menjadikan sisi kanan sebagai ancaman besar bagi lawan.
Telegraph mencatat bahwa 45 persen serangan Arsenal musim lalu datang dari sayap kanan, naik dari 38 hingga 41% pada dua musim sebelumnya. Ini menjadi pola yang jelas dalam jangka panjang, meskipun lawan kadang berhasil menetralkannya.
Salah satu contoh nyata adalah gol kemenangan Kai Havertz melawan Brentford pada Maret 2024. Kini, akuisisi pemain baru telah membuat tim Arteta lebih seimbang, tidak lagi bergantung sepenuhnya pada keajaiban Saka.
Penampilan Baru di Sisi Kiri
Dulu, Oleksandr Zinchenko bertugas sebagai bek kiri penyerang Arsenal, kini posisi tersebut diisi oleh Riccardo Calafiori. Pemain asal Italia ini telah menjadi starter dalam delapan pertandingan Liga Primer sejauh ini. Ia digambarkan sebagai "pertahanan yang sangat solid" dan "orang paling menggetarkan dalam hiburan olahraga" setelah kemenangan 1-0 atas Fulham.
Meski hanya Gyökeres yang memiliki jumlah tembakan terbanyak di antara pemain Arsenal, Calafiori berkontribusi di berbagai area lapangan. Ia berada di urutan kedua setelah Declan Rice dalam hal pemulihan bola.
Namun, seperti yang dilihat dari sisi lain, bek sayap yang menyerang hanya akan efektif jika pemain di depannya juga berkualitas. Apakah Eberechi Eze bisa menjadi pasangan yang tepat untuk Calafiori?
Eze saat ini ditempatkan lebih ke arah kanan, menggantikan Odegaard, dengan Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli berbagi waktu di sayap kiri. Meski kecenderungan alami Eze adalah bergerak ke kiri, ia harus menghadapi tantangan ini.
Analisis dari Ben Mattinson pada tahun 2024 menyebutkan bahwa pasangan ini bisa menjadi "White dan Saka yang kidal", dengan banyak kesamaan antara Calafiori dan Eze. Calafiori dinilai sebagai pembawa bola yang lebih baik, sedangkan Eze lebih kreatif.
Eze, yang datang dari Crystal Palace, mencatatkan assist ketiganya untuk Arsenal pada hari Selasa, membantu gol pertama Gyökeres. Ia juga mencetak gol pertamanya untuk The Gunners di Port Vale dalam Piala EFL bulan lalu.
Arteta saat ini mencari lebih banyak kreativitas di tengah, sehingga Eze sering ditempatkan di tengah, tetapi juga mulai bermain di sisi kiri. Contoh terbaik dari kemampuannya terlihat saat melawan Nottingham Forest, ketika ia menerobos masuk dari belakang dan menerima umpan lambung dari Calafiori sebelum memberikan umpan kepada Gyökeres.
Gol ini mungkin hanya salah satu dari sedikit kontribusi yang dapat diberikan pasangan senilai £110 juta atau Rp2,4 Triliun ini musim ini.
Kesimpulan
Jika sisi kiri Arsenal bisa sekuat sisi kanan mereka, para pendukung punya banyak alasan untuk percaya bahwa ini benar-benar bisa menjadi tahun mereka. Dengan penambahan pemain baru dan perubahan strategi, Arsenal tampak lebih seimbang dan siap menghadapi kompetisi yang semakin ketat.