
Usulan Durian sebagai Buah Nasional Malaysia
Durian, yang dikenal dengan julukan "raja buah", kini sedang diusulkan menjadi buah nasional Malaysia. Usulan ini datang dari Asosiasi Produsen Durian atau Durian Manufacturer Association (DMA). DMA berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah Malaysia dengan para produsen durian di negara tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada 7 Juli, DMA mengusulkan agar tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Durian Nasional. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan puncak musim durian. Presiden DMA, Eric Chan, membayangkan adanya festival, kunjungan kebun, pameran, dan berbagai acara pada Hari Durian Nasional tersebut. Ia mengatakan bahwa hari ini akan menjadi momen bagi semua orang, mulai dari pekerja kebun hingga para pencinta durian untuk merayakan apa yang membuat durian kita istimewa. “Dan tentu saja, untuk sedikit memanjakan diri juga,” tambahnya.
Durian Bukan Sekadar Buah Biasa
Chan menilai bahwa durian bukan sekadar buah biasa di Malaysia, melainkan identitas nasional. “Setiap orang Malaysia, tanpa memandang latar belakang mereka, memiliki kisah tentang durian, sebuah kenangan, sebuah tradisi. Inilah satu hal yang mempersatukan kita semua,” ujarnya.
Beberapa variasi premium seperti Musang King (D197), Black Thorn (D200), dan D24 telah banyak dikenal secara global. Hal ini menempatkan Malaysia sebagai rumah bagi durian kelas dunia. Status "geographical indication" (GI) durian Musang King yang diterbitkan oleh Perbadanan Harta Intelek Malaysia baru-baru ini diperpanjang selama 10 tahun lagi hingga Maret 2034. Hal tersebut menegaskan statusnya sebagai produk nasional yang dilindungi, mencegah negara lain mengklaim atau menggunakan nama tersebut.
“Perpanjangan GI ini seperti cap paspor bagi Musang King,” tutur Chan. “Itu membuktikan bahwa durian ini benar-benar berasal dari Malaysia. Kita semua bisa bangga, karena ini menunjukkan bahwa para petani dan produsen kita telah membangun merek global dari akar lokal,” sambungnya.
Dorong Inovasi dan Penelitian
Kisah durian juga erat kaitannya dengan mata pencaharian para petani durian dan industri terkait. “Industri ini menyumbang jutaan ringgit bagi ekspor pertanian Malaysia dan mendukung ribuan petani, pekebun kecil, serta produsen hilir,” ucap Chan. Menurutnya, penetapan durian sebagai buah nasional juga dapat mendorong inovasi, penelitian, dan agrowisata.
Para pengusaha Malaysia kini tengah bereksperimen dengan berbagai cara baru untuk menikmati durian, mulai dari daging durian beku hingga kopi, kue, hingga permen. “Ini bukan sekadar buah. Ini adalah kebanggaan dan gairah,” kata Chan.
Respons Pemerintah Malaysia
Direktur Jenderal Departemen Pertanian, Nor Sam Alwi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pengajuan resmi dari DMA. Dia menuturkan, usulan itu disampaikan melalui Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan pada 8 September 2025. Alwi mengatakan, keputusan untuk menetapkan sebuah buah sebagai buah nasional memerlukan kajian komprehensif dan pertimbangan mendalam dari berbagai lembaga pemerintah.
“Faktor-faktor seperti dampak sosial-ekonomi, nilai ekspor, warisan budaya, penerimaan publik, serta pentingnya buah tersebut bagi industri pertanian nasional akan diperhitungkan,” terangnya. “Saat ini, kementerian sedang meninjau hal ini bersama departemen dan lembaga terkait untuk memastikan keputusan dibuat secara bijaksana dan menyeluruh,” imbuhnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi pemerintah yang menetapkan durian sebagai buah nasional. Namun, usulan ini telah memicu diskusi yang luas di kalangan masyarakat dan pelaku industri, serta menunjukkan betapa pentingnya durian dalam konteks budaya dan ekonomi Malaysia.