Edisi 52 Kurasi Musik: Ruang yang Menyatukan Idealisme dan Industri

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Edisi 52 Kurasi Musik: Ruang yang Menyatukan Idealisme dan Industri

Program Musik Bulanan Kurasi Musik Kembali Hadir dengan Energi Segar

Program musik bulanan Kurasi Musik kembali menghadirkan energi segar di Bowl Coffee Connection, Tebet, pada Minggu (19/10). Memasuki edisi ke-52, acara ini tidak hanya menampilkan beragam musisi independen, tetapi juga mempertegas perannya sebagai ruang dialog antara idealisme artistik dan realitas bisnis dalam industri musik.

Dipandu oleh Safir sebagai MC, edisi kali ini dikurasi oleh Ully Dalimunthe, Eno Dimedjo (Reallist Media), Bugi Putranto, dan Nazriel (Mute Musik). Keempatnya sepakat bahwa Kurasi Musik bukan sekadar panggung tampil, melainkan wadah eksplorasi yang menumbuhkan keberanian musisi untuk bereksperimen tanpa kehilangan arah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kurasi Musik ini ruang eksplorasi yang serius. Di sini musisi bisa tumbuh tanpa kehilangan jati diri,” ujar Ully Dalimunthe, menegaskan semangat yang dibangun sejak awal program ini berdiri.

Pembukaan dengan Penampilan Batavian Roulette

Malam dibuka dengan penampilan Batavian Roulette, band pop-alternatif asal Jakarta yang membawakan dua lagu rilisan dan satu karya baru berjudul “Hari yang Terlupa.” Terinspirasi dari The 1975 dan Paramore, band beranggotakan Fauzulin Zelda, Shafrizal, Bima Anugrah, Andro, dan Kensha Fazura ini menyuguhkan nuansa pop modern dengan sentuhan melankolis yang kuat.

Penampilan Moonage dengan Nuansa Britpop

Dilanjutkan oleh Moonage, band pop-rock dengan ciri britpop yang kental. Membawakan empat lagu — “Molly,” “Ink I Spilled,” “Terbiasalah,” dan “Still Here” — Moonage menampilkan harmoni yang solid dan vokal berkarakter dari Erlangga, diperkuat permainan gitar Auli dan Fikri, serta energi dinamis dari Fandy, Vedo, dan Luqman.

Diskusi tentang Bisnis dan Idealisme Musik

Salah satu momen penting malam itu adalah talkshow bertema “Bisnis dan Idealisme Musik.” Para kurator dan musisi berdiskusi mengenai bagaimana mempertahankan integritas karya di tengah tuntutan industri yang kompetitif.

“Tantangannya adalah tetap idealis tapi realistis,” ungkap Eno Dimedjo, menyoroti dilema yang kerap dihadapi musisi masa kini.

Penampilan AVERY dengan Konsep Musikal Berani

Penampilan berikutnya datang dari AVERY, yang menonjol lewat konsep musikal berani dan filosofi unik: “perfection will not be completed without imperfections itself.” Membawakan lagu “Aku,” “Takkan Pernah Bisa,” “Hidup Hanya Sekali” (feat. AIU x Garasi), dan “Lelaki Tak Bercerita,” AVERY menghadirkan emosi yang intens. Kolaborasi dengan AIU (mantan vokalis Cokelat) menjadi salah satu sorotan berkat kekuatan harmoni vokal yang memikat.

Penutup dengan Aufa yang Menghadirkan Nuansa Retro

Sebagai penutup, Aufa — penyanyi dan penulis lagu yang kental dengan nuansa retro — menutup malam dengan empat nomor dari albumnya Brand New Age (2024): “Brand New Age,” “Time Will Tell,” “Other Times,” dan “Kemilau.” Dengan suara lembut dan warna musik yang berpadu antara jazz, pop, dan nostalgia 80-an, Aufa menutup panggung dengan atmosfer hangat dan reflektif.

“Bermusik itu bukan hanya soal mencipta lagu, tapi juga bagaimana mengenalkan karya secara konsisten,” ujar Bugi Putranto.

Sementara Nazriel menambahkan, “Musisi sekarang nggak cukup hanya membuat lagu dan aransemen, tapi juga harus bisa jadi content creator untuk mem-branding karya mereka.”

Edisi ke-52 ini menegaskan posisi Kurasi Musik sebagai ekosistem penting bagi musisi independen di Indonesia — tempat di mana karya, ide, dan strategi bisa berdialog dalam satu ruang, menghadirkan keseimbangan antara kejujuran artistik dan keberlanjutan profesional.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan