Eduardo Perez Kritik Penggunaan VAR dalam Laga Persik Vs Persebaya

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 21x dilihat
Eduardo Perez Kritik Penggunaan VAR dalam Laga Persik Vs Persebaya


aiotrade
Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, menyampaikan keluhan terkait keputusan yang diambil oleh sistem Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan melawan Persik Kediri pada lanjutan Super League 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, berakhir dengan skor 1-1, dan menurut Eduardo, keputusan VAR justru merugikan timnya.

Dalam laga tersebut, Eduardo mengungkapkan bahwa beberapa keputusan dari VAR dinilainya terlalu sensitif terhadap kontak fisik yang terjadi di lapangan. Menurutnya, situasi yang biasanya normal dalam permainan sepak bola justru dianggap sebagai pelanggaran ketika dilihat dalam tayangan gerak lambat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Saya rasa musim ini VAR belum adil terhadap kami,” ujar Eduardo dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ia menegaskan bahwa sejak awal musim, Persebaya sering mendapat keputusan VAR yang tidak menguntungkan.

Eduardo menjelaskan bahwa tayangan lambat sering kali membuat insiden kecil tampak seperti pelanggaran besar. “Dalam sepak bola selalu ada kontak, tapi kalau dilihat dalam gerak lambat, seolah jadi pelanggaran besar,” tambahnya. Meski menyampaikan kekecewaannya, ia memastikan bahwa kritiknya bukan ditujukan kepada wasit, melainkan kepada penerapan VAR yang dinilainya terlalu sensitif.

“Saya tidak ingin membahas wasit hari ini, tapi VAR terlalu sensitif terhadap kontak kecil,” tegasnya. Di sisi lain, Eduardo tetap mengapresiasi kerja keras para pemain yang bertarung hingga akhir pertandingan. Ia juga merespons suara suporter yang meminta dirinya mundur.

“Saya menghormati semua pendapat. Sekarang saya lebih kuat dari sebelumnya,” kata Eduardo.

Fokus Hadapi Arema FC
Setelah hasil imbang melawan Persik Kediri, Eduardo menegaskan bahwa Persebaya akan segera beralih fokus ke pertandingan berikutnya menghadapi Arema FC. Ia menilai laga tersebut menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.

“Kami akan bekerja keras dan menyiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Di sisi lain, winger Persebaya, Gali Freitas, menyebut pertandingan melawan Persik berlangsung sangat ketat. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain telah berjuang mempertahankan keunggulan sebelum akhirnya kebobolan.

“Pertandingan hari ini sangat menarik bagi kami. Kami tahu Persik punya potensi besar, tapi kami tetap fokus pada tim sendiri,” ucap Gali.

Reaksi dari Persik Kediri
Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, menyampaikan rasa kecewa atas hasil imbang meskipun timnya unggul jumlah pemain pada babak kedua. “Target kami tiga poin, tapi hanya mendapat satu. Itu keputusan yang mengecewakan bagi saya,” ujarnya.

Ong menilai bahwa Persik masih kurang efektif dalam memaksimalkan peluang, terutama ketika berada di depan gawang lawan. “Walau unggul jumlah pemain, kami tidak bisa memaksimalkan kesempatan. Itu yang harus kami perbaiki,” katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan