
aiotrade, JAKARTA – Pasar kripto masih mengalami tekanan berat setelah kembali terganggu oleh ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok pada Oktober 2025. Dalam sepekan terakhir, tercatat dana sebesar Rp20,36 triliun keluar dari Bitcoin (BTC) melalui Exchange-Traded Fund (ETF) di pasar spot.
Menilik perkembangan pasar, pekan kedua bulan Oktober 2025 menjadi periode likuidasi terbesar dalam sejarah kripto. Dalam waktu 24 jam, sekitar US$19,29 miliar hilang dari pasar kripto. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1,6 juta trader kripto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peristiwa ini merupakan respons pasar terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa negaranya akan menaikkan tarif impor China hingga 100%. Meskipun sudah berlalu, sentimen ini masih memberikan dampak negatif terhadap investor.
Data aliran modal dari Bitcoin (BTC) Spot ETF yang dilaporkan Ajaib menunjukkan adanya tekanan jual besar selama minggu perdagangan dari 3 hingga 7 November 2025. Total outflow mencapai US$1,22 miliar atau sekitar Rp20,36 triliun. Puncak arus keluar terjadi pada 4 November dengan nominal US$577,74 juta. Dalam seminggu tersebut, hanya satu hari yang menunjukkan inflow moderat.
“Hal ini menunjukkan bahwa investor institusional masih cenderung waspada terhadap BTC,” tulis riset tersebut.
Meski demikian, harga BTC di pasar spot masih stabil. Pada perdagangan 10 November 2025, harga BTC naik signifikan sebesar 4,75% dalam 24 jam terakhir, bergerak di kisaran US$106.397 atau sekitar Rp1,77 miliar per BTC.
Secara teknikal, harga BTC berhasil menembus area resistance penting di US$105.000 yang beralih menjadi level support. Penguatan ini turut membuat marketcap BTC melonjak dan mendominasi 60% dari total aset pasar sebesar US$3,54 triliun.
Jika momentum ini berlanjut, Ajaib menyebut BTC berpotensi menguji area resistance berikutnya di kisaran US$108.000, dengan support terdekat tetap di US$104.000. Namun, riset tersebut juga menyatakan bahwa pergerakan harga dalam rentang tersebut perlu dikonfirmasi, karena stabilitas di atas US$105.000 dapat memperkuat sinyal bullish jangka pendek, namun ada tekanan institusional dari ETF yang masih membayangi.
Benar saja, harga BTC kini terperosok di bawah level US$100.000. Berdasarkan data coinmarketcap hari ini, Jumat (14/11/2025) pukul 11.17 WIB, harga BTC telah jeblok ke level US$98.816,20, atau turun 3,01% dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur dalam riset yang terbit 13 November 2025 mencatat ada pergerakan menarik di pasar. Di tengah arus keluar miliaran dolar tersebut, beberapa alternative coin (altcoin) justru tampil kuat dan menolak tumbang, terutama Solana (SOL) dan XRP.
“Solana menjadi bintang utama dengan inflows sebesar US$118 juta hanya dalam seminggu. Selama sembilan minggu terakhir, total dana masuk ke produk ETP Solana sudah menembus US$2,1 miliar,” ujar Fyqieh.
Alternative coin lainnya, seperti XRP mencatat inflows sebesar US$28 juta, Hedera (HBAR) inflows US$27 juta, dan Hyperliquid (HYPE) mencatat inflows US$4,2 juta.
Sementara itu, Indeks Altcoin Season kini berada di angka 29 dari 100. Fyqieh menjelaskan, ini menandakan bahwa Bitcoin Season masih mendominasi. Namun, performa luar biasa dari SOL, XRP, HBAR, dan HYPE bisa menjadi pertanda awal rotasi modal menuju altcoin jika kondisi pasar mulai pulih.
Fyqieh mencatat, total Assets Under Management (AUM) untuk seluruh ETP kripto kini turun menjadi US$207,5 miliar, level terendah sejak pertengahan Juli 2025. Sebagai perbandingan, pada awal Oktober nilai AUM sempat mencapai lebih dari US$254 miliar.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar kehilangan hampir US$47 miliar hanya dalam waktu kurang dari sebulan.
"Gelombang besar outflow saat ini mungkin membuat banyak investor panik, tapi sejarah menunjukkan bahwa di saat kepanikan terbesar, justru peluang terbaik muncul. Dengan Solana dan XRP tetap mencatat inflows positif, ada kemungkinan rotasi besar menuju altcoin tangguh sedang dimulai," pungkasnya.