Efek Prajogo Guncang Saham Happy Hapsoro

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Efek Prajogo Guncang Saham Happy Hapsoro

Kekuasaan Grup Prajogo Pangestu di Bursa Saham Indonesia

Grup bisnis milik taipan Prajogo Pangestu terus memperkuat dominasinya di pasar modal Indonesia. Jaringan yang dimiliki tidak hanya berasal dari kepemilikan langsung, tetapi juga melalui entitas anak usahanya. Hal ini membuat sejumlah saham yang terafiliasi dengan grup tersebut mengalami tren kenaikan yang signifikan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu contohnya adalah saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), yang telah meningkat sebesar 334,78% sejak awal tahun hingga Senin (6/10/2025). Selain itu, ada pula emiten yang terkait dengan Happy Hapsoro, seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Berdasarkan laporan bulanan registrasi efek CDIA per 31 Agustus 2025, 60% saham atau setara dengan 74,89 miliar saham CDIA dipegang oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Di mana, TPIA merupakan anak usaha dari PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Prajogo Pangestu sendiri memiliki 66,89 miliar saham atau sekitar 71,36% saham BRPT per 31 Agustus 2025.

Jika ditelusuri lebih dalam, CDIA ternyata memiliki kepemilikan 4,99% saham RATU. Investasi ini tercatat sebagai aset keuangan investasi lainnya senilai US$ 9,64 juta hingga akhir 2024. Adapun RATU merupakan anak usaha dari RAJA. Per 31 Agustus 2025, RAJA tercatat memiliki 1,89 miliar saham atau setara dengan 69,62% dari jumlah ditempatkan dan disetor.

Beberapa saham milik suami Puan Maharani juga sedang dalam tren bullish. Contohnya, saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang naik sebesar 1.193,10% sepanjang tahun ini. Sementara itu, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) meroket sebesar 6.505,26% secara year to date. Di periode yang sama, saham PT Pakuan Tbk (UANG) telah melonjak 865,99%.

Faktor Penyebab Kenaikan Saham Grup Prajogo

Menurut Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan, kenaikan saham milik Happy Hapsoro tidak hanya didorong oleh aksi korporasi semata. “Tetapi juga oleh sentimen pasar yang menyambut positif setiap emiten yang memiliki afiliasi langsung maupun tidak langsung dengan grup Prajogo Pangestu,” ujarnya.

Ekky menjelaskan bahwa kinerja luar biasa saham-saham grup Prajogo Pangestu seperti BREN dan BPRT telah menciptakan fenomena yang disebut sebagai Prajogo Effect. “Ketika saham-saham inti dari Grup Prajogo melonjak tajam, investor akan menjadi proxy atau alternatif saham lain yang berada dalam orbit bisnis atau ekosistem yang sama,” tambahnya.

Menurutnya, ekspektasi pasar terhadap profil pemegang saham dan keterkaitan emiten dengan konglomerasi besar juga menjadi pemicu utama penguatan harga. “Emiten-emiten yang diasosiasikan dengan figur besar seperti Prajogo cenderung mendapat minat tinggi dari investor, bahkan sebelum ada konfirmasi kinerja atau aksi nyata,” ujar Ekky.

Analisis dari Investor Lain

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila menimpali bahwa penguatan beberapa saham juga didukung oleh sentimen rights issue dan spekulasi grup bisnis yang tengah gencar ekspansi bisnis. Misalnya, BUVA yang tengah menyiapkan aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I dengan menerbitkan 4,02 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham.

Lebih lanjut, Indy mencermati secara fundamental yang masih bertumbuh dari BUVA walaupun secara valuasi sudah sangat mahal. Menurutnya, prospek RATU juga cukup menarik walaupun saham ini baru IPO. “Namun saham-saham ini memiliki risiko yang cukup tinggi. Jadi sangat penting untuk melihat secara fundamental dan struktur modal perusahaan,” jelasnya.

Indy menilai RATU masih menarik dengan target harga di kisaran Rp 8.000–Rp 8.000. Namun dia mengingatkan, saham RATU cocok untuk investor yang cukup berani dengan risiko tinggi.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan