Eko Suwanto: Rakyat Tak Lupa Reformasi, Soeharto Bukan Pahlawan

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Eko Suwanto: Rakyat Tak Lupa Reformasi, Soeharto Bukan Pahlawan
Eko Suwanto: Rakyat Tak Lupa Reformasi, Soeharto Bukan Pahlawan

Momen 20 Mei 1998 dalam Sejarah Yogyakarta

Momen 20 Mei 1998 masih melekat dalam ingatan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan dan reformasi yang terjadi pada masa lalu. Salah satu momen paling bersejarah adalah Pisowanan Ageng, sebuah peristiwa yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa dan warga umum.

Pada saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir dan menyampaikan Maklumat yang menunjukkan dukungan terhadap gerakan reformasi total. Maklumat tersebut memiliki dampak signifikan dalam memperkuat semangat kebangsaan dan kesadaran politik rakyat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Isi Maklumat Sri Sultan HB X dan KGPAA VIII

Dalam maklumat yang dikeluarkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam VIII, terdapat beberapa poin penting yang menjadi dasar dukungan terhadap reformasi:

  1. Ajakan untuk mendukung Gerakan Reformasi
    Kami mengajak masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh rakyat Indonesia, untuk bersama kami mendukung Gerakan Reformasi dan memperkuat kepemimpinan nasional yang sungguh-sungguh memihak rakyat.

  2. Kepedulian terhadap ABRI
    Kami mengajak seluruh ABRI dalam persatuan yang kuat untuk melindungi rakyat dan Gerakan Reformasi sebagai wujud kamanunggalan ABRI dan Rakyat.

  3. Pentingnya menjaga persatuan bangsa
    Kami mengajak semua lapisan dan golongan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh Indonesia untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan mencegah setiap tindakan anarkis yang melanggar moral Pancasila.

  4. Doa bagi keselamatan Negara dan Bangsa
    Kami mengimbau masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh Indonesia untuk berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing untuk keselamatan Negara dan Bangsa.

Peran Eko Suwanto dalam Mengingatkan Sejarah

Eko Suwanto, seorang politisi PDI Perjuangan dan Ketua Komisi A DPRD DIY, menegaskan bahwa momen sejarah aksi damai tersebut menjadi peristiwa politik penting dalam gerakan reformasi. Beberapa saat setelah gerakan moral ini, sejarah mencatat bahwa Soeharto akhirnya tumbang dan mengundurkan diri, sehingga rezim Orde Baru berakhir.

"Kewajiban sejarah, sebagai bagian dari sejarah yang ikut melihat, merasakan dan mendengar suasana batin gerakan reformasi, kita harus sampaikan bahwa suasana hati rakyat mengatakan dari hatinya yang terdalam bahwa Soeharto tidak pantas menjadi pahlawan," ujarnya.

Pentingnya Etika dan Moral dalam Pemerintahan

Eko Suwanto, alumni MEP UGM, menekankan pentingnya pemerintah menjaga etika dan moral, utamanya dalam memberikan gelar pahlawan. Menurutnya, selama Soeharto berkuasa selama 32 tahun, ada warisan buruk yang dicatat sejarah, yaitu sosok pemimpin yang memiliki kebijakan politik yang membuat matinya demokrasi dan kebebasan berpendapat diberangus.

"Jika Soeharto masih berkuasa, saat ini kaum muda tidak akan mendapatkan akses bacaan maupun kebebasan berekspresi baik dalam tulisan maupun video. Termasuk media juga paska reformasi mendapatkan kesempatan menulis," katanya.

Rekam Jejak Soeharto dalam Sejarah

Dalam catatan sejarah, praktek kapitalisme yang ditandai dengan liberalisasi ekonomi, salah satunya penanaman modal asing, menjadi bagian dari kebijakan Soeharto. Ia memiliki rekam jejak kekuasaan kelam dalam kepemimpinan dirinya kala jabat sebagai Presiden RI, yang akhirnya harus mundur karena tak lagi dipercaya rakyat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan