Pertumbuhan Ekonomi Banten Tahun 2025 yang Menggembirakan
Perekonomian Provinsi Banten pada triwulan III tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,29 persen year on year (yoy), yang lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 5,04 persen dan pertumbuhan regional Jawa sebesar 5,17 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa Banten menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Pulau Jawa.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriz Ma'ruf Moesa, menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi Banten selama tahun 2025 menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Dengan pertumbuhan tersebut, Banten memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Jawa dan nasional, masing-masing sebesar 6,93 persen dan 3,87 persen.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data pengeluaran dan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan III 2025 didorong oleh tiga komponen utama, yaitu:
- Konsumsi rumah tangga, yang tumbuh kuat akibat meningkatnya permintaan selama libur sekolah, tahun ajaran baru, serta perayaan nasional seperti hari kemerdekaan dan maulid nabi.
- Investasi, yang tetap solid karena realisasi proyek industri, perumahan, dan infrastruktur besar seperti tol dan kawasan industri.
- Net ekspor, yang turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, daya beli masyarakat yang stabil dan peningkatan konsumsi listrik rumah tangga juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi Banten.
Realisasi Investasi yang Mengesankan
Realisasi investasi di Banten hingga September 2025 mencapai Rp91,5 triliun atau 142 persen dari target RKPD. Hal ini menjadikan Banten sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi keempat di Indonesia.
Namun, meskipun pertumbuhan ekonomi positif, masih terdapat disparitas antara wilayah Banten Utara dan Banten Selatan. Disparitas ini menjadi salah satu hambatan dalam optimalisasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten.
Menurut Ameriz, secara geografis, sebagian besar perekonomian Banten berasal dari wilayah Banten Utara, termasuk Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang. Wilayah ini menyumbang 91,5 persen dari total perekonomian Banten, yang memiliki kawasan industri padat modal serta perdagangan dan perumahan.
Sementara itu, Banten Selatan, yang terdiri dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang, hanya menyumbang 8,5 persen terhadap pembentukan perekonomian Provinsi Banten.
Ketimpangan Investasi yang Signifikan
Dari sisi investasi, disparitas antara Banten Utara dan Banten Selatan sangat jelas. Pada Januari-September 2025, nilai investasi total di Banten mencapai Rp91,6 triliun, dengan Banten Utara menyumbang 98,1 persen, sementara Banten Selatan hanya menyumbang 1,9 persen.
Meski kaya akan potensi dan sumber daya, Banten Selatan masih menghadapi tantangan struktural seperti keterbatasan infrastruktur, baik dalam hal aksesibilitas, konektivitas, utilitas, maupun fasilitas publik.
Upaya Mendorong Pertumbuhan di Banten Selatan
Untuk mengatasi ketimpangan ini, forum ekonomi Banten 2025 diharapkan dapat menjadi wadah untuk menekan disparitas dan memfasilitasi kolaborasi antara pemangku kebijakan dan investor. Pemerintah daerah diharapkan proaktif dalam memberikan insentif dan kemudahan investasi bagi para investor.
Asisten Daerah II Pemprov Banten, Budi Santoso, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Banten di atas rata-rata nasional sebesar 5,29 persen tidak merata. Pertumbuhan hanya terasa di wilayah Banten Utara, sedangkan Banten Selatan masih rendah.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor perbankan. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah prioritas pembangunan jalan tol Serang-Panimbang di wilayah Banten Selatan.
Selain itu, adanya kereta api listrik (KRL) atau CommuterLine jalur Rangkasbitung-Tanah Abang, serta rencana reaktivasi kereta Rangkasbitung-Saketi-Bayah, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Banten Selatan.