
Pertumbuhan Ekonomi Banten di Triwulan III Tahun 2025
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 5,29 persen year on year (yoy), yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,06 persen. Meskipun terjadi penurunan dibandingkan capaian triwulan II tahun 2025 yang mencapai 5,33 persen, kebijakan dan kebijakan pemerintah serta dinamika pasar tetap memengaruhi kondisi ini.
Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza Ma'ruf Moesa menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga merupakan pola musiman yang sering terjadi. Hal ini juga terjadi di berbagai daerah lain, sehingga tidak menjadi indikasi pelemahan struktural ekonomi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Memang kebiasaannya di triwulan ketiga pertumbuhan cenderung menurun, dan ini bukan hanya di Banten tetapi juga di wilayah lain," katanya dalam kegiatan Taklimat Media, di salah satu kafe di Kota Serang, Kamis 6 November 2025.
Meski demikian, Provinsi Banten berhasil menempati peringkat ketiga pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa, setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi nasional, yaitu sekitar 57 persen dari total produk domestik bruto (PDB).
Pertumbuhan ekonomi di Banten pada triwulan III didominasi oleh sektor industri pengolahan dan pertanian. Kedua sektor ini memberikan kontribusi sebesar 2,2 persen dari total pertumbuhan 5,29 persen. Selain itu, Banten memiliki klaster industri besar seperti petrokimia, baja, dan manufaktur yang terpusat di wilayah Tangerang Raya, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang. Sektor ini tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi penopang aktivitas logistik.
Pertumbuhan Sektor Pertanian yang Menggembirakan
Sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan yang signifikan pada triwulan III tahun 2025, dengan pertumbuhan sebesar 11,73 persen (yoy). Kinerja ini menjadi anomali positif di tengah tren pertumbuhan pertanian nasional yang tidak terlalu menonjol.
"Pertanian menjadi tren yang baik dan menggembirakan pada triwulan III. Ini perkembangan baru bagi Banten," ujarnya. Pertumbuhan sektor ini didorong oleh komoditas perkebunan dan tanaman pangan, serta peningkatan produktivitas pada subsektor hortikultura.
Salah satu contohnya adalah ekspor kakao yang menjadi primadona di pasar Eropa seperti Spanyol. Meskipun pasar global sedang dalam situasi penuh tekanan akibat ketidakpastian perdagangan internasional (trade war), Banten justru mampu meningkatkan nilai ekspornya.
"Banten justru mampu meningkatkan nilai ekspornya. Banten diuntungkan dengan ekspor naik ketika ekonomi dunia sedang tidak kondusif. Salah satunya kakao yang banyak diminati Spanyol," tuturnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Banten secara bulanan (MoM) terus meningkat di sektor non-migas, termasuk pada komoditas industri pengolahan dan perkebunan. Pencapaian ini menunjukkan struktur ekonomi daerah yang kuat dengan sektor industri dan ekspor yang tetap resilien.
Peluang untuk Masa Depan
Namun demikian, penguatan di sektor pertanian dinilai menjadi peluang baru untuk memperluas basis ekonomi daerah agar tidak terlalu bergantung pada industri. BI menilai bahwa penguatan daya saing ekspor, peningkatan produktivitas pertanian, serta pemerataan infrastruktur ekonomi akan menjadi faktor penting menjaga stabilitas pertumbuhan Banten pada triwulan mendatang.