Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan Capai US$ 100 Miliar

admin.aiotrade 16 Nov 2025 4 menit 9x dilihat
Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan Capai US$ 100 Miliar

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai angka yang sangat signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan laporan terbaru e-Conomy SEA 2025, nilai ekonomi digital nasional diperkirakan hampir menembus US$ 100 miliar dalam Gross Merchandise Value (GMV) pada 2025. Laporan ini dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company pada 13 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tahun ini, nilai ekonomi digital nasional diperkirakan tumbuh sebesar 14% YoY menjadi US$ 99 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan adopsi layanan digital di masyarakat, dengan sektor e-commerce tetap menjadi pendorong utama.

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menjelaskan bahwa kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional saat ini berada di kisaran 7,2%, meningkat dari level 5% beberapa tahun lalu. Namun, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masih kecil, yakni di bawah 1%.

Menurut Huda, pertumbuhan ekonomi digital saat ini masih didorong kuat oleh sisi permintaan, terutama karena masyarakat semakin sensitif dengan harga dan memilih platform digital untuk berbelanja. “Dengan harga yang murah, permintaan barang via e-commerce masih tinggi. E-commerce masih menjadi tumpuan ekonomi digital,” ujarnya kepada aiotrade, Minggu (16/11/2025).

Meski begitu, Huda menilai ekosistem digital Indonesia masih menghadapi ketimpangan. "Ketimpangan ini yang membuat kue ekonomi digital masih cukup besar dinikmati oleh segelintir kalangan," tambahnya.

Huda menyebut, infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia digital masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah, agar akses ekonomi digital lebih merata.

Kontribusi Sektor Digital Terhadap Perekonomian Nasional

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai kontribusi sektor digital terhadap perekonomian nasional dapat diukur melalui perkembangan sektor pembayaran, teknologi informasi, komunikasi, dan sektor keuangan. Mengacu pada proksi tersebut, kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan mencapai 10,74%.

“Kontribusinya kalau saya lihat itu sekitar 10,74% dan lumayan signifikan mengungkit (pertumbuhan) ekonomi. Digitalisasi untuk ekonomi ini seharusnya bisa memberikan pendongkrak ya, buat ekonomi kita,” ujar Myrdal kepada aiotrade, Minggu (16/11/2025).

Myrdal menjelaskan bahwa digitalisasi berpotensi meningkatkan efisiensi ekonomi, meminimalkan kebocoran dana, serta memperluas jangkauan layanan ke seluruh wilayah Indonesia. Ia menegaskan bahwa manfaat digitalisasi akan lebih optimal apabila didukung dengan kesiapan infrastruktur dan sistem pendukung yang memadai.

Perkembangan Infrastruktur Digital dan Payung Hukum

Ke depan, Myrdal menyoroti pentingnya penyelesaian infrastruktur digital, perluasan sistem pembayaran, serta payung hukum yang kuat untuk mendukung aktivitas ekonomi berbasis digital. Ia menyebut bahwa Bank Indonesia telah memiliki blueprint sistem pembayaran Indonesia hingga 2030 sebagai masterplan pengembangan sistem pembayaran digital nasional.

“Yang harus disiapkan itu adalah infrastrukturnya. Digitalisasi ini harus mencakup semua aspek, baik konsumsi masyarakat, konsumsi pemerintah, konsumsi lembaga non-profit, lalu juga aktivitas digital yang masuk ke lingkup investasi, serta ekspor-impor,” jelasnya.

Menurut Myrdal, jika seluruh aspek tersebut berjalan serempak, ekonomi akan mendapatkan manfaat besar. Aktivitas ekonomi akan menjadi lebih efisien, kebocoran dana dapat ditekan, dan perputaran uang tercatat lebih baik dalam sistem keuangan nasional.

Ia juga menekankan perlunya perluasan jangkauan digitalisasi agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar namun menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia. “Jangkauannya harus diperluas menyangkut seluruh wilayah, diberikan urgensi dan fasilitas agar para pelaku ekonomi di seluruh daerah, dari Sabang sampai Merauke, dari pusat kota hingga pelosok atau perbatasan, bisa merasakan digitalisasi,” tambahnya.

Selain itu, payung hukum yang jelas serta peraturan turunan terkait aktivitas ekonomi berbasis digital juga perlu dipersiapkan. “Kalau sudah digital lebih efektif, lebih efisien seperti yang tadi saya sampaikan, aktivitas ekonomi juga bisa lebih baik begitu perkembangannya,” tutup Myrdal.

Proyeksi Jangka Panjang Ekonomi Digital Indonesia

Perlu diketahui, dari sisi proyeksi jangka panjang, Country Director Google Indonesia Veronica Utami memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia akan melonjak menjadi US$ 180 miliar hingga US$ 340 miliar pada 2030.

E-commerce tetap menjadi kontributor terbesar dengan nilai diperkirakan mencapai US$ 71 miliar pada 2025, tumbuh 14% yoy, dan berpotensi naik hingga US$ 140 miliar pada 2030. Sektor transportasi dan makanan diproyeksikan mencapai US$ 10 miliar pada 2025 dan US$ 16 miliar pada 2030. Sektor online travel diperkirakan tumbuh menjadi US$ 9 miliar pada 2025 dan US$ 17 miliar di 2030.

Sektor media online diperkirakan menjadi yang tumbuh paling cepat, meningkat 16% menjadi US$ 9 miliar pada 2025.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan