Kepastian Ekonomi Nasional Tetap Stabil Hingga Akhir 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan keyakinannya bahwa perekonomian nasional akan tetap stabil hingga akhir tahun 2025. Meskipun beberapa wilayah seperti Sumatera Utara dan Aceh masih dalam proses pemulihan dari bencana banjir dan longsor, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tetap berada di atas 5,5 persen.
Menkeu Purbaya menyatakan bahwa meski bencana alam dapat memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi, dampaknya tidak signifikan. Ia menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur dan fasilitas lainnya akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga menekankan pentingnya program yang dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam proses pemulihan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menkeu Purbaya usai menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Kemenkeu dan Danantara di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/12/2025). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa walaupun ada kemungkinan perlambatan ekonomi, besarnya pengaruhnya masih perlu dihitung.
"Kemungkinan (perlambatan ekonomi) selalu ada, cuman berapa persen. Saya pikir sih masih akan di atas 5,5 persen (pertumbuhan),” ujar Menkeu Purbaya.
Selain itu, Menkeu Purbaya juga mengajak masyarakat untuk turut serta membantu para korban banjir di berbagai wilayah Sumatera agar beban mereka dapat sedikit berkurang.

Anggaran Pemulihan Banjir Sumatera Tersedia
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menenangkan publik dengan memastikan bahwa anggaran pemulihan banjir di Sumatera tersedia. Seperti diketahui, anggaran BNPB pada 2025 mengalami pemangkasan lebih dari separuhnya dibandingkan tahun sebelumnya.
Anggaran senilai Rp4,92 triliun pada 2024 dipangkas menjadi Rp2,01 triliun pada 2025. Namun, Menkeu Purbaya memastikan bahwa anggaran untuk penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh tetap tersedia. Ia menjelaskan bahwa anggaran BNPB tahun ini masih tersisa sekitar Rp500 miliar dan siap digunakan.
Jika dana tersebut kurang, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap mengucurkan tambahan, termasuk untuk anggaran rehabilitasi bencana. "Kalau nanti butuh dana tambahan, kita siap juga menambah dan sudah ada di anggarannya," ujar Menkeu Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme penambahan dana sangat bergantung pada permintaan dari BNPB. "Nanti tergantung permintaan BNPB. Kan Anda tahu saya (Kemenkeu) kaya," kata Purbaya sambil bercanda.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa alokasi tambahan nantinya akan diambil dari pos anggaran darurat bencana. Anggaran tersebut dapat dicairkan melalui pengajuan anggaran belanja tambahan (ABT) oleh BNPB. "Itu tinggal BNPB mengajukan ABT ke kita, nanti kita proses,” ucap Menkeu Purbaya.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana telah disiapkan pemerintah. "Cukup kita. Termasuk untuk rehabilitasi nanti juga sudah kita share," pungkas Menkeu Purbaya.