Optimisme Ekonomi Jakarta Menjelang Akhir Tahun 2025
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Ibu Kota menjelang akhir tahun 2025. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang diadakan pada Kamis (6/11/2025). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa ekonomi Jakarta berpotensi tumbuh lebih tinggi pada triwulan IV 2025 setelah mencatat pertumbuhan sebesar 4,96 persen (yoy) pada triwulan III.
Perlambatan di Triwulan III merupakan Pola Tahunan
Menurut Iwan, perlambatan pada triwulan III adalah pola tahunan yang biasa terjadi karena penurunan konsumsi masyarakat setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah. Selain itu, minimnya hari libur nasional pada triwulan tersebut juga memengaruhi mobilitas masyarakat. Kerusuhan yang terjadi pada triwulan III turut memengaruhi laju ekonomi dengan melambatnya konsumsi masyarakat serta penundaan investasi maupun ekspansi usaha oleh pelaku usaha.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Berhasil Menahan Perlambatan Ekonomi Lebih Lanjut
Konsumsi rumah tangga pada periode tersebut tumbuh 5,01 persen (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,18 persen (yoy). Sementara itu, investasi tumbuh 3,67 persen (yoy), lebih rendah dari triwulan II sebesar 5,50 persen (yoy). Namun, berbagai langkah cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menahan perlambatan ekonomi lebih lanjut. Langkah-langkah tersebut antara lain perbaikan fasilitas umum, penggratisan transportasi TransJakarta, penebalan bantuan sosial dengan tambahan kartu sembako, dan penyelenggaraan event besar di Jakarta.

Sektor Konsumsi Pemerintah menjadi Penopang Utama Pertumbuhan
Sektor konsumsi pemerintah menjadi penopang utama pertumbuhan dengan laju 20,06 persen (yoy). Jumlah tersebut meningkat tajam dari triwulan sebelumnya sebesar 5,16 persen (yoy). Akselerasi ini didorong oleh dibukanya blokir anggaran pemerintah pusat yang memicu kenaikan realisasi belanja barang, subsidi, dan bansos. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan Jakarta terutama disokong oleh sektor jasa, seperti informasi dan komunikasi, perdagangan, serta jasa perusahaan.
"Kenaikan didorong meningkatnya penggunaan layanan internet, aktivitas perjalanan termasuk umrah, serta maraknya pelaksanaan event dan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) di Jakarta," ujar Iwan.

Optimisme Ekonomi Semakin Menguat
Memasuki triwulan IV, optimisme ekonomi semakin menguat. Hal ini dipicu oleh banyaknya konser musik dan olahraga, akselerasi belanja pemerintah, dan proyek infrastruktur yang terus berjalan. "Optimisme kebangkitan ekonomi Jakarta pada triwulan IV semakin menguat, ditopang oleh maraknya pelaksanaan MICE event, stimulus pemerintah, dan proyek infrastruktur," kata Iwan.
