Perekonomian Jawa Timur Tumbuh di Atas Rata-Rata Nasional
Perekonomian Jawa Timur pada kwartal III tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini terjadi meskipun pemerintah melakukan kebijakan efisiensi anggaran dan menghadapi fluktuasi ekonomi global.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per tanggal 5 November 2025, secara quarter to quarter (q-to-q), perekonomian Jatim tumbuh sebesar 1,70% dibandingkan dengan kwartal II 2025. Angka ini menjadi pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa dan menunjukkan daya tahan serta soliditas ekonomi Jawa Timur yang luar biasa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa di tengah ketidakstabilan ekonomi global, Jawa Timur berhasil menjaga pertumbuhan yang stabil dan inklusif.
Secara year on year (y-o-y), perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,22% dibandingkan dengan kwartal III 2024. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04% secara y-o-y. Dari sisi q-to-q, pertumbuhan ekonomi nasional hanya sebesar 1,43%.
Jawa Timur juga menjadi penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,65%, serta menyumbang 14,54% terhadap perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi Jatim didorong oleh berbagai sektor, seperti industri pengolahan yang menyumbang 1,87%, pengadaan listrik dan gas sebesar 9,18%, serta komponen PMTB sebesar 5,25%.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada jasa perusahaan sebesar 9,89%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 7,19%.

Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara q-to-q adalah peningkatan sektor pertanian, khususnya pada masa panen tebu dan tembakau. Selain itu, peningkatan distribusi listrik dan gas untuk industri dan rumah tangga, progres proyek infrastruktur, serta realisasi investasi turut berkontribusi.
Sementara itu, faktor pendorong pertumbuhan secara y-o-y adalah peningkatan realisasi investasi, jumlah wisatawan nusantara, serta peningkatan ekspor luar negeri. Pertumbuhan komponen ekspor barang dan jasa didorong oleh meningkatnya ekspor komoditas perhiasan/permata ke luar negeri.
Selain itu, perdagangan ke luar provinsi juga mengalami peningkatan karena program misi dagang antara Jawa Timur dengan beberapa provinsi seperti Kalimantan Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Selatan. Di Nusa Tenggara Timur, transaksi perdagangan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah misi dagang, yaitu mencapai Rp 1,882 triliun.
Data BPS juga mencatat bahwa kinerja ekspor Jawa Timur selama periode Januari-September 2025 meningkat sebesar 20,23% (c-to-c) atau senilai USD 3,86 Miliar. Neraca perdagangan Jawa Timur mengalami surplus sebesar USD 1,33 Miliar.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi ini membuktikan semangat “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh” yang terus mengalir dalam pembangunan daerah. Menurutnya, "Tangguh" berarti kemampuan Jawa Timur menghadapi tekanan global tanpa kehilangan arah. Sedangkan "Terus Bertumbuh" berarti konsistensi dalam memperkuat produktivitas, memperluas investasi, dan menjaga kesejahteraan rakyat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat, dunia usaha, dan industri atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil kerja sama dari seluruh pihak. Semangat ini merupakan wujud dari filosofi Jatim Bisa, bahwa dengan kerja keras, gotong royong, dan inovasi, Jawa Timur mampu menjaga ketahanan sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkualitas.