
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Menjanjikan
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2025 yang mencapai 1,7 persen menjadi kabar baik bagi masyarakat. Peningkatan ini menunjukkan kinerja yang positif dan patut diapresiasi. DPRD Jatim memberikan apresiasi terhadap upaya Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam menjaga stabilitas perekonomian provinsi.
Namun, meskipun pertumbuhan ekonomi Jatim lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Jawa, dampaknya belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Jawa Timur, Hadi Setiawan, yang mengungkapkan bahwa masih ada kelompok rentan yang belum merasakan manfaat dari pertumbuhan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur lebih besar dari provinsi-provinsi di Jawa dan otomatis membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Ini patut diapresiasi,” ujar Hadi Setiawan.
Menurut politisi Golkar ini, sektor pertanian menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Jatim. Namun, sifat sektor ini yang bergantung pada musim membuat penyerapan tenaga kerja kurang stabil.
“Pertanian itu permusim. Kalau musim berubah, serapan tenaga kerja ikut terpengaruh. Maka kebijakan harus memastikan pekerja tetap terserap,” jelas Hadi.
Stabilitas UMKM sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Hadi juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi rakyat. UMKM berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan menopang ekonomi masyarakat lokal.
“UMKM itu usaha dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Dampaknya besar. Kalau UMKM terganggu, kesejahteraan rakyat ikut terganggu,” tegasnya.
DPRD Jatim, kata Hadi, akan terus mengawal kebijakan di bidang ekonomi agar manfaat pertumbuhan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami akan menjaga agar UMKM tetap eksis dan berjaya. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan, bukan hanya ditampilkan dalam angka,” pungkas Hadi, yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri.
Data BPS: Jatim Ungguli Pertumbuhan Nasional
Seperti diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa perekonomian Jatim pada triwulan III menunjukkan kinerja tangguh dan inklusif, bahkan mengungguli perekonomian nasional.
Menurut data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 05/11/2025, secara quarter to quarter terhadap triwulan II 2025, perekonomian Jatim tumbuh 1,70 persen.
Tantangan dan Peluang di Sektor Pertanian
Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Jatim memiliki tantangan tersendiri. Ketergantungan pada musim membuat fluktuasi dalam penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang dapat memastikan stabilitas lapangan kerja.
Hadi menyarankan agar pemerintah daerah memperkuat program-program yang mendukung sektor pertanian, termasuk pelatihan, akses pasar, dan bantuan teknis. Dengan demikian, petani dapat lebih mandiri dan mampu bertahan di tengah perubahan musim.
Peran UMKM dalam Perekonomian Jatim
UMKM tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam perekonomian Jatim. Meski begitu, UMKM sering kali menghadapi kendala seperti akses modal, regulasi yang rumit, dan kompetisi dengan perusahaan besar.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan dukungan dari pemerintah melalui berbagai insentif, pelatihan, dan fasilitasi. Dengan demikian, UMKM bisa berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2025 menunjukkan optimisme. Namun, untuk memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ini dirasakan seluruh masyarakat, diperlukan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. DPRD Jatim akan terus memantau dan mendukung langkah-langkah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.