Menteri Koperasi dan UKM Berikan Pemahaman Mengenai Peran Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi sekaligus fondasi utama ekonomi kerakyatan Indonesia. Komitmen tersebut kini diperkuat melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang dirancang sebagai ekosistem baru ekonomi desa dari hulu hingga hilir.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ferry saat menjadi narasumber dalam National Leadership Camp Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bertema “Meneguhkan Peran Cendekiawan Muslim untuk Mewujudkan Indonesia Emas” di Bali, Sabtu (6/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Ferry, Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai penggerak distribusi, industri, hingga pembiayaan berbasis koperasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat desa.
ICMI Diminta Jadi Motor Ilmu dan Jejaring Koperasi Nasional
Ferry secara khusus mengajak Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk ikut memperkuat gerakan koperasi melalui peran keilmuan, pembinaan, dan jaringan intelektual.
“Dukungan ICMI sangat strategis untuk memastikan gerakan ekonomi kerakyatan berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kepala BRIN Prof. Arif Satria yang juga menjabat Ketua Umum ICMI, dan sejumlah anggota DPR dan DPD RI.

Tahun Depan Siap Dibuka 80 Ribu Gerai Ritel Kopdes Merah Putih
Salah satu target besar pemerintah adalah menyiapkan lebih dari 80 ribu gerai ritel modern Kopdes Merah Putih yang akan beroperasi di seluruh Indonesia mulai tahun depan.
“Maknanya jelas, kita harus bisa memproduksi sendiri barang-barang kebutuhan rakyat untuk dijual di ritel milik koperasi,” tegas Ferry.
Ia menilai momentum ini sebagai kesempatan emas mengembalikan masyarakat koperasi ke sektor produksi, tidak hanya berhenti di distribusi semata.
Dorong UMKM, ICMI Bangun Pabrik Kebutuhan Pokok
Menkop secara terbuka mendorong keluarga besar ICMI untuk membangun industri kecil berbasis koperasi, mulai dari pabrik sabun, detergen, sampo, kecap, saus, sambal, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Apapun bentuk industrinya, kalau berbadan usaha koperasi, akan kami dukung. Produk-produknya juga pasti kami serap melalui jaringan Kopdes Merah Putih,” kata Ferry.
Bahkan ia menegaskan, Kemenkop siap mendukung pembiayaan penuh bagi koperasi yang serius masuk ke sektor produksi.
Menkop: Saatnya Indonesia Kembali Jadi Bangsa Produsen
Ferry menekankan bahwa bangsa Indonesia harus kembali percaya diri sebagai bangsa produsen, bukan sekadar konsumen.
“Kalau ada yang ingin jadi produsen, bikin pabrik, bikin barang, apalagi dalam bentuk koperasi—kami siap biayai. Negara harus hadir,” tegasnya.
Ia meyakini, lewat penguatan Kopdes Merah Putih, cita-cita para pendiri bangsa untuk membangun ekonomi berbasis koperasi dapat kembali diwujudkan secara nyata.
Kampus Diminta Ikut Kembangkan Mesin Pascapanen
Tak hanya sektor UMKM, Ferry juga mendorong perguruan tinggi negeri dan swasta untuk berperan dalam menciptakan mesin-mesin pendukung pertanian, seperti:
- mesin pascapanen
- dryer hasil tani
- pengatur suhu buah dan sayuran
- cold storage
“Kita punya semangat yang sama. Pemerintah siap kolaborasi dengan kampus untuk memperkuat industri kerakyatan,” tutup Ferry.