Pertumbuhan Ekonomi Kota Semarang pada Triwulan III 2025
Perekonomian Kota Semarang mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan pada triwulan III 2025, dengan angka sebesar 6,42 persen. Hal ini didorong utamanya oleh sektor investasi yang menjadi kontributor terbesar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sisi pengeluaran.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Rudi Cahyono, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini sangat bergantung pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), atau yang lebih dikenal sebagai investasi. PMTB memberikan kontribusi besar terhadap PDRB, dengan tingkat kontribusi mencapai sekitar 61,91 persen dan pertumbuhannya sebesar 9 persen pada triwulan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kalau dari sisi pengeluaran, share paling besar PDRB kita itu adalah dari investasi, pembentukan modal tetap bruto," ujar Rudi dalam acara Sosialisasi Indikator Sosial Ekonomi Kota Semarang 2025, Selasa (9/12/2025).

Meskipun angka pertumbuhan investasi ini menunjukkan peningkatan yang baik, BPS mengingatkan bahwa jika investasi yang masuk mengalami kendala atau melambat, maka perekonomian bisa langsung terganggu. "Kalau komponen investasi terlalu dominan, ekonominya memang bisa lari kencang, tapi resikonya juga tinggi. Misalnya, ada proyek besar tertunda, perusahaan menahan belanja modal, atau ada gejolak eksternal, dampaknya ke pertumbuhan akan langsung terasa," jelasnya.
Selain investasi, konsumsi rumah tangga juga tetap menjadi penggerak penting bagi perekonomian Kota Semarang. Kontribusi dari sektor ini mencapai lebih dari 40 persen dan tumbuh positif sekitar 4,5 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah berkontribusi sekitar 8,5 persen dan kembali tumbuh setelah pada triwulan sebelumnya sempat mengalami kontraksi.
Di sisi lain, komponen lain seperti ekspor-impor masih memberikan kontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Semarang. Angka kontribusinya mencapai minus 10,81 persen, sehingga menjadi faktor penahan utama dalam pertumbuhan ekonomi kota tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Semarang antara lain:
- Investasi yang tinggi: PMTB menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB, dengan pertumbuhan sebesar 9 persen pada triwulan III 2025.
- Konsumsi rumah tangga yang stabil: Meski tidak sebesar investasi, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak penting dengan kontribusi lebih dari 40 persen.
- Konsumsi pemerintah yang kembali tumbuh: Setelah sempat mengalami kontraksi pada triwulan sebelumnya, konsumsi pemerintah kembali menunjukkan pertumbuhan positif.
Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, yaitu:
- Kontribusi negatif dari ekspor-impor: Sektor ini memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan angka minus 10,81 persen.
- Resiko dari ketergantungan pada investasi: Meski investasi mendorong pertumbuhan, ketergantungan berlebihan dapat meningkatkan risiko jika terjadi penurunan atau hambatan.
Dengan situasi ini, BPS Kota Semarang terus memantau perkembangan ekonomi secara berkala untuk memberikan data yang akurat dan bermanfaat bagi pengambil kebijakan serta masyarakat.