
Pertumbuhan Kredit di Wilayah OJK Malang Menunjukkan Performa Positif
Pertumbuhan kredit di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus menunjukkan performa yang positif. Penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan di wilayah tersebut tumbuh sebesar 8,41 persen (yoy) dari Rp 101,4 triliun menjadi Rp 109,64 triliun. Angka ini meningkat sebesar 0,76 persen dibandingkan posisi pada bulan Agustus 2025.
Pertumbuhan kredit di wilayah OJK Malang melampaui rata-rata nasional yang masih berada pada level 7,70 persen (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi di wilayah tersebut masih stabil dan berkembang dengan baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kabupaten Malang menjadi daerah dengan tingkat penyaluran kredit tertinggi hingga mencapai Rp 30,35 triliun. Disusul oleh Kota Malang dengan penyaluran kredit sebesar Rp 29,47 triliun dan Kabupaten Pasuruan yang mencapai Rp 17,62 triliun. Data ini dihitung per 30 September 2025.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan bahwa angka pertumbuhan kredit ini masih relatif bagus karena berada di atas rata-rata nasional. Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator bahwa pergerakan ekonomi di Malang masih terjaga dengan baik.
Penyaluran kredit yang meningkat menandakan bahwa masyarakat, khususnya pelaku usaha, aktif mengakses pembiayaan perbankan untuk mendorong usahanya. Per 30 September 2025, sebanyak 41,65 persen kredit atau pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang disalurkan untuk penggunaan modal kerja sebesar Rp 45,66 triliun.
Kota Malang menjadi daerah dengan penyaluran kredit terbesar untuk modal kerja dengan persentase sebesar 42,99 persen. Disusul oleh Kabupaten Malang dengan 46,72 persen dan Kota Batu dengan 29,72 persen. Farid menyebutkan bahwa sebagian besar kredit yang disalurkan merupakan kredit modal kerja. Hal ini tentu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja OJK Malang.
Terkait stimulus pemerintah berupa gelontoran dana sebesar Rp 200 triliun melalui kementerian keuangan yang disalurkan ke bank-bank Himbara, Farid menyebutkan bahwa ada kemungkinan efeknya turut dirasakan di Malang. Ia menjelaskan bahwa secara tidak langsung, dana tersebut bisa saja memengaruhi pertumbuhan kredit di wilayah tersebut.
"Secara tidak langsung iya, kemungkinan ada kaitannya. Dana itu kan diberikan ke Himbara di Jakarta, lalu dari kantor pusat biasanya akan didistribusikan ke kantor wilayah," ujarnya. Namun, Farid menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti berapa besar porsi dana yang sampai ke wilayah Malang.
Yang jelas, kata dia, beberapa bank BUMN sudah melaporkan tingginya penyerapan dana tersebut secara nasional. Dengan tren positif ini, OJK Malang optimistis penyaluran kredit akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi regional hingga akhir tahun.
"Informasinya sebagian besar penyerapan sudah dilakukan oleh bank BUMN lain. Jadi kemungkinan ada sebagian yang mengalir ke wilayah OJK Malang," tandasnya.
Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan
-
Modal Kerja:
Sebanyak 41,65 persen kredit atau pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang digunakan untuk modal kerja sebesar Rp 45,66 triliun.
Kota Malang menjadi daerah dengan penyaluran kredit terbesar untuk modal kerja dengan persentase sebesar 42,99 persen.
Disusul oleh Kabupaten Malang dengan 46,72 persen dan Kota Batu dengan 29,72 persen. -
Pembiayaan Lainnya:
Sisanya dari total kredit yang disalurkan digunakan untuk berbagai keperluan lain seperti pembelian properti, investasi, dan pendidikan.
Daftar Wilayah dengan Penyaluran Kredit Terbesar
- Kabupaten Malang: Rp 30,35 triliun
- Kota Malang: Rp 29,47 triliun
- Kabupaten Pasuruan: Rp 17,62 triliun
Ilustrasi pertumbuhan kredit di wilayah OJK Malang.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun pertumbuhan kredit terlihat positif, OJK Malang tetap waspada terhadap potensi risiko yang muncul. Misalnya, inflasi yang tinggi atau ketidakstabilan ekonomi global dapat memengaruhi kinerja sektor perbankan. Namun, dengan adanya stimulus pemerintah dan kebijakan moneter yang stabil, OJK Malang yakin bahwa pertumbuhan kredit akan tetap berjalan baik hingga akhir tahun.
Dalam waktu dekat, OJK Malang juga akan fokus pada penguatan pengawasan terhadap kesehatan keuangan perbankan agar tidak terjadi penyalahgunaan dana atau risiko kredit macet. Selain itu, pihaknya juga akan memastikan bahwa dana stimulus yang masuk ke wilayah Malang benar-benar digunakan sesuai tujuan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Ilustrasi penyaluran kredit untuk berbagai sektor ekonomi.