Eks Menlu RI Retno Marsudi Buka Rahasia Kesenjangan Investasi Air, Butuh Rp600 Miliar

admin.aiotrade 10 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Eks Menlu RI Retno Marsudi Buka Rahasia Kesenjangan Investasi Air, Butuh Rp600 Miliar


aiotrade.app, JAKARTA – Isu investasi di sektor air kini menjadi perhatian utama yang harus segera diperkuat untuk mengatasi kesenjangan pendanaan global yang masih sangat besar. Dalam berbagai forum internasional, isu ini sering kali disebut sebagai salah satu tantangan terbesar yang harus segera diatasi.

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi, menyampaikan bahwa kebutuhan investasi untuk penyediaan air dan sanitasi mencapai angka antara US$600 miliar hingga US$1 triliun setiap tahunnya. Namun, realisasi belanja saat ini hanya sekitar US$300 miliar hingga US$400 miliar. Artinya, masih ada kesenjangan pembiayaan antara US$300 miliar hingga US$600 miliar setiap tahun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam acara Indonesia International Sustainability Forum 2025 di Jakarta pada Jumat (10/10/2025), Retno menjelaskan bahwa data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa negara berkembang hanya mengalokasikan sekitar 0,5% dari PDB mereka untuk infrastruktur air. Sementara itu, secara global, hampir 91% belanja tahunan sektor air masih ditanggung oleh pihak swasta.

Menurut Retno, air seringkali dipandang sebagai sektor dengan risiko tinggi dan pengembalian rendah. Namun, ia menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena investasi dalam sektor air justru memberikan manfaat yang signifikan. Ia menegaskan bahwa investasi di sektor ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, serta ketahanan iklim.

Ia memberikan contoh, setiap US$1 yang diinvestasikan di sektor air di Afrika dapat menghasilkan pengembalian sebesar US$7. Oleh karena itu, Retno menekankan pentingnya memperkuat investasi di sektor air melalui pendekatan seperti blended finance, sambil tetap memastikan kepentingan publik terlindungi.

Retno juga menyampaikan bahwa isu investasi akan menjadi salah satu tema utama dalam Konferensi Air PBB 2026 yang akan diselenggarakan di Uni Emirat Arab dan Senegal pada Desember 2026 mendatang. Ia menuturkan bahwa sejak menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air selama 11 bulan terakhir, isu air kini semakin mendapat perhatian dan posisi dalam agenda politik tingkat tinggi.

Komitmen global untuk menyelaraskan berbagai inisiatif dan mempercepat capaian juga semakin kuat. Namun, kemajuan yang dicapai masih jauh dari cukup untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi sektor air.

Retno mengemukakan bahwa tantangan dalam pengembangan sektor air memang besar, tetapi dapat diatasi. Menurutnya, dunia sudah memiliki pengetahuan, alat, dan modal untuk menyelesaikannya. Kemampuan ini dinilainya perlu ditambah dengan tekad politik kolektif global, konsistensi, dan aksi bersama.

"Marilah kita ingat bahwa air bukan sekadar sektor, tetapi juga penghubung. Air mengaitkan isu perubahan iklim, kesehatan, ketahanan pangan, energi, hingga migrasi. Menyelesaikan persoalan air berarti mendorong tercapainya tujuan yang lebih luas, dunia yang adil, berkelanjutan, dan sejahtera," pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan