
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Pembangunan Tower 4 Mayapada Hospital Tangerang dianggap sebagai langkah strategis yang dilakukan oleh PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) atau Mayapada Hospitals untuk memperkuat kapasitas dan posisi bisnis rumah sakit dalam jangka panjang. Meski demikian, dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan diperkirakan belum akan terasa signifikan dalam waktu dekat.
Menurut Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, kontribusi dari Tower 4 Mayapada Hospital Tangerang terhadap pendapatan SRAJ baru akan terlihat secara optimal pada tahun 2026, setelah proses konstruksi selesai dan operasional berjalan penuh. Pada tahun 2025, kinerja SRAJ masih akan didominasi oleh unit-unit yang sudah ada, dengan pertumbuhan yang cenderung stabil seiring peningkatan bed occupancy rate (BOR) di tower baru yang berada di kawasan satelit dengan potensi pasar yang besar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, tetapi dampak terhadap pendapatan utama baru akan terasa signifikan pada 2026 setelah konstruksi selesai,” ujar Wafi kepada aiotrade, Kamis (18/12/2025).
Dari sisi profitabilitas, fokus pengembangan layanan onkologi dan adopsi teknologi medis berstandar tinggi dinilai memiliki potensi untuk mendorong peningkatan margin. Menurut Wafi, layanan spesialis dengan harga tiket yang lebih tinggi dapat membantu meningkatkan EBITDA margin, sekaligus memperkuat posisi SRAJ sebagai rumah sakit premium.
“Secara valuasi, ini membuka peluang rerating EV/EBITDA yang lebih tinggi,” katanya.
Namun, Wafi juga mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap risiko yang menyertai ekspansi. Belanja modal sekitar Rp150 miliar dinilai masih dalam batas yang dapat dikelola, dan struktur keuangan SRAJ relatif aman. Meskipun begitu, SRAJ berpotensi menghadapi kenaikan beban penyusutan dan bunga dalam jangka pendek, serta risiko eksekusi pembangunan dan kecepatan ramp-up pasien layanan spesialis.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Wafi menilai bahwa ekspansi Tower 4 merupakan katalis jangka panjang bagi SRAJ. Namun, sebagian besar prospek positif telah mulai terdiskon dalam harga saham saat ini.
“Untuk saat ini, kami merekomendasikan hold saham SRAJ dengan target harga Rp16.800 per saham,” ujar Wafi.
SRAJ Chart
by TradingView