Ekspor Kakao Naik Signifikan, Ini Penyebabnya

admin.aiotrade 19 Okt 2025 3 menit 26x dilihat
Ekspor Kakao Naik Signifikan, Ini Penyebabnya


Kinerja Ekspor Kakao Indonesia Tumbuh Signifikan

Industri kakao dan produk olahannya di Indonesia mencatatkan kinerja yang sangat baik sepanjang tahun 2025. Hal ini terlihat dari peningkatan signifikan dalam nilai ekspor dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo), nilai ekspor kakao nasional (termasuk produk olahan) mencapai US$ 2,22 miliar selama periode Januari hingga Juli 2025. Angka ini meningkat sebesar 110% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peningkatan Ekspor Berbagai Jenis Produk Kakao

Peningkatan ekspor ini tidak hanya terjadi pada satu jenis produk saja, tetapi juga pada berbagai komoditas turunan kakao. Misalnya, nilai ekspor biji kakao naik sebesar 9,72% menjadi US$ 51,5 juta, dibandingkan dengan US$ 46,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor pasta kakao mengalami pertumbuhan yang lebih besar, yaitu sebesar 68,82% menjadi US$ 228,64 juta.

Selain itu, ekspor lemak kakao juga mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu sebesar 126,04% menjadi US$ 1,44 miliar. Ekspor bubuk kakao juga meningkat sebesar 131,16% menjadi US$ 444,26 juta. Sementara untuk cokelat, angka ekspornya mencapai US$ 55,76 juta atau naik sebesar 28,18% secara year-on-year (yoy).

Kenaikan Harga di Pasar Internasional

Menurut Ketua Umum Dekaindo, Soetanto Abdullah, kenaikan yang signifikan ini terjadi karena adanya kenaikan harga semua jenis produk kakao di pasar internasional. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini memberikan peluang bagi para eksportir untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Namun, untuk dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan kinerja ekspor di masa depan, diperlukan strategi yang tepat. Menurut Soetanto, strategi utama yang harus diterapkan adalah memperkuat sektor hulu melalui penerapan good agricultural practice (GAP) yang konsisten dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan kualitas biji kakao yang akan digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan.

Tantangan Industri Kakao

Meskipun ada peningkatan ekspor, industri kakao masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah penyediaan bahan baku berupa biji kakao yang cukup dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh industri pengolahan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan koordinasi yang baik antara petani dan industri agar bisa memenuhi standar yang ditetapkan.

Dukungan terhadap Kebijakan Pemerintah

Dekaindo juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang menetapkan pungutan ekspor bagi komoditas biji kakao. Soetanto menilai bahwa kebijakan ini tidak akan menambah beban biaya bagi eksportir maupun menekan harga di tingkat petani. Ia menjelaskan bahwa pungutan ekspor tersebut merupakan pengalihan sebagian dari bea keluar yang selama ini sudah dibayarkan oleh eksportir.

“Kebijakan ini tidak memberatkan petani, karena sudah lama ditetapkan, hanya arahnya saja yang berbeda,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menetapkan pungutan dana perkebunan dengan memasukkan biji kakao sebagai komoditas yang dikenai pungutan ekspor. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 69 Tahun 2025 yang menggantikan PMK Nomor 30 Tahun 2025. Dalam aturan terbaru tersebut, tarif pungutan ekspor biji kakao akan ditetapkan secara progresif mengikuti harga referensi di pasar internasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan