Ekspor Tumbang, Tarif Trump Mulai Berdampak

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Ekspor Tumbang, Tarif Trump Mulai Berdampak

Penurunan Ekspor China yang Tidak Terduga

Pada bulan Oktober 2025, ekspor China mengalami penurunan yang tidak terduga, mencatat penurunan paling tajam sejak Februari. Pelemahan ini terjadi setelah berbulan-bulan eksportir bergegas memenuhi pesanan dari Amerika Serikat sebelum tarif tinggi Presiden Donald Trump kembali diberlakukan. Hal ini menunjukkan bahwa masih kuatnya ketergantungan manufaktur China terhadap pasar AS, meski Beijing berupaya memperluas tujuan ekspor ke Asia Tenggara dan Uni Eropa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data bea cukai China, Jumat (7/11/2025), ekspor turun 1,1 persen secara tahunan (year on year/YoY), berbalik dari pertumbuhan 8,3 persen pada September. Angka ini jauh di bawah perkiraan survei Reuters yang memperkirakan ekspor tumbuh 3 persen. Ini menjadi kinerja terburuk sejak Februari.

Ekspor ke AS Anjlok Lebih dari 25 Persen

Ekspor China ke AS anjlok 25,17 persen YoY, sementara ekspor ke Uni Eropa dan Asia Tenggara hanya naik masing-masing 0,9 persen dan 11 persen. Zichun Huang, ekonom China di Capital Economics, menyatakan bahwa kelemahan ekspor bulan lalu dipicu oleh penurunan pengiriman ke pasar non-AS. Namun, lonjakan ekspor ke negara transit seperti Vietnam menunjukkan produsen masih mencoba mengalihkan pengiriman untuk menghindari tarif.

Para analis menilai pelemahan ini juga disebabkan oleh basis perbandingan tinggi pada Oktober tahun lalu, ketika pabrikan China mempercepat pengiriman menjelang kemungkinan kembalinya Trump ke Gedung Putih.

Tekanan Ekspor Diperkirakan Berlanjut hingga 2026

Ekonom Natixis Asia Pasifik, Alicia Garcia-Herrero, memprediksi tekanan terhadap ekspor China akan terus berlangsung hingga paruh pertama 2026. “Frontloading ekspor melalui Vietnam sudah mencapai puncaknya. Setelah ini, ekspor China akan makin sulit tumbuh,” katanya.

Penurunan ekspor ini sejalan dengan melemahnya indeks manufaktur resmi (PMI) yang mencatat level terendah dalam enam bulan terakhir, menandakan turunnya pesanan baru dari pasar global.

Tarif AS Naik hingga 45 Persen

Meski begitu, hubungan dagang antara AS dan China sempat mereda setelah pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan pekan lalu. Kedua negara sepakat memperpanjang gencatan perang dagang selama satu tahun ke depan.

Namun, rata-rata tarif produk China menuju AS kini mencapai 45 persen, jauh di atas ambang batas 35 persen yang menurut ekonom sudah menghapus margin keuntungan produsen China. Sementara itu, surplus perdagangan China pada Oktober mencapai 90,07 miliar dollar AS, sedikit turun dari 90,45 miliar dollar AS pada bulan sebelumnya dan di bawah perkiraan sebesar 95,6 miliar dollar AS.

Permintaan Domestik Lemah

Di sisi lain, lemahnya konsumsi domestik masih menjadi tantangan utama. Impor China hanya tumbuh 1 persen YoY, laju paling lambat dalam lima bulan terakhir. Zhang Zhiwei dari Baoyin Capital Management menilai Beijing perlu lebih mengandalkan permintaan dalam negeri untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. “Dengan ekspor yang melemah, China kemungkinan akan lebih agresif mendorong kebijakan fiskal pada kuartal pertama 2026,” ujarnya.

Impor kedelai, minyak mentah, dan bijih besi tercatat naik, tetapi pembelian tembaga—komoditas penting bagi sektor konstruksi—turun akibat harga tinggi dan lemahnya permintaan dari industri properti.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan