Emas Dekati Rekor Baru di Tengah Ancaman Shutdown AS

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 28x dilihat
Emas Dekati Rekor Baru di Tengah Ancaman Shutdown AS

Harga Emas Dunia Naik Akibat Melemahnya Dollar AS dan Kekhawatiran Terhadap Penutupan Pemerintahan

Harga emas dunia mengalami kenaikan pada akhir perdagangan Jumat (7/11/2025) waktu setempat atau Sabtu (8/11/2025) pagi WIB. Kenaikan ini terjadi seiring dengan melemahnya dollar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi penutupan pemerintahan AS.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data dari pasar spot, harga emas naik sebesar 0,7 persen menjadi 4.005,21 dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen, mencapai level 4.009,80 dolar AS per ons.

Kenaikan harga emas terjadi di tengah tekanan tajam yang terjadi di pasar saham, khususnya di sektor teknologi. Sektor ini mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam tujuh bulan terakhir. Investor mulai khawatir bahwa reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) tidak akan bertahan dalam jangka panjang.

Selain itu, indeks dollar AS mengalami pelemahan, yang membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Hal ini meningkatkan minat investor terhadap logam kuning tersebut sebagai aset investasi.

Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals, menyatakan bahwa pergerakan harga belakangan ini secara teknikal menunjukkan kemungkinan adanya batas bawah harga emas dan perak. Ia menilai bahwa harga emas saat ini sedang berada di titik yang cukup stabil.

Emas selama ini dikenal sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi. Sebagai aset tanpa imbal hasil bunga, emas cenderung diuntungkan saat suku bunga rendah. Saat ini, pasar memprediksi peluang sebesar 66 persen bagi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh penundaan publikasi laporan ketenagakerjaan bulanan akibat potensi penutupan pemerintahan AS. Pelaku pasar kini mengandalkan data sektor swasta yang menunjukkan adanya penurunan lapangan kerja pada Oktober 2025, untuk mengukur kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan The Fed di tahun ini.

Di sisi lain, perkembangan global turut memengaruhi pasar logam mulia. China dikabarkan tengah merancang sistem lisensi baru untuk ekspor logam tanah jarang (rare earths). Meskipun sistem ini dapat mempercepat pengiriman, namun belum sepenuhnya memenuhi harapan pelonggaran dari AS.

Commerzbank dalam sebuah catatan menyebutkan bahwa meskipun gejolak dalam kebijakan perdagangan telah sedikit mereda, konflik-konflik tersebut belum sepenuhnya terselesaikan. Oleh karena itu, emas kemungkinan akan tetap diminati sebagai aset safe haven.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

  • Melemahnya dollar AS
    Pelemahan dollar AS membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan terhadap logam mulia ini.

  • Kekhawatiran terhadap penutupan pemerintahan AS
    Potensi penutupan pemerintahan AS memicu ketidakpastian di pasar keuangan, yang membuat emas menjadi pilihan investasi yang lebih aman.

  • Perkembangan global
    Tindakan China dalam merancang sistem lisensi baru untuk ekspor logam tanah jarang memberikan dampak terhadap pasar logam mulia, meski belum sepenuhnya memenuhi harapan.

  • Prediksi suku bunga The Fed
    Pasar memperkirakan kemungkinan besar The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada Desember mendatang, yang akan berdampak positif terhadap harga emas.

Kesimpulan

Harga emas terus mengalami kenaikan akibat berbagai faktor yang saling terkait. Dari pelemahan dollar AS hingga kekhawatiran terhadap penutupan pemerintahan AS, semuanya berkontribusi pada meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset aman. Selain itu, prediksi suku bunga The Fed dan perkembangan global juga turut memengaruhi dinamika pasar logam mulia. Dengan situasi yang masih penuh ketidakpastian, emas tetap menjadi pilihan utama bagi para investor.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan