Emas Dunia Naik, Dolar Melemah, Data Pengangguran Dorong Optimisme

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Emas Dunia Naik, Dolar Melemah, Data Pengangguran Dorong Optimisme
Emas Dunia Naik, Dolar Melemah, Data Pengangguran Dorong Optimisme

Pergerakan Harga Emas Global yang Tetap Positif

Pergerakan harga emas global kembali mencatat penguatan, meskipun lajunya masih terbatas. Sentimen positif terutama dipicu oleh meningkatnya tingkat pengangguran di Amerika Serikat pada November 2025, yang mendorong ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran lanjutan kebijakan moneter oleh The Federal Reserve.

Situasi tersebut menjaga tren harga emas tetap berada di jalur positif atau bullish. Pada perdagangan Rabu 17 Desember 2025 hingga pukul 06.56 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat naik sekitar 0,09 persen ke level US$4.307,2 per troy ons. Sehari sebelumnya, Selasa 16 Desember 2025, harga emas juga mengalami kenaikan tipis sekitar 0,03 persen dan ditutup di posisi US$4.303,53 per troy ons.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penguatan ini memperpanjang reli emas menjadi enam sesi berturut-turut, yang mencerminkan minat pelaku pasar terhadap aset lindung nilai masih cukup kuat. Kenaikan harga emas terjadi setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengangguran pada November dibandingkan periode sebelumnya.

Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS memiliki ruang lebih besar untuk kembali memangkas suku bunga, sekaligus memberikan tekanan pada pergerakan dolar AS.

Indeks Dolar AS Melemah

Sejalan dengan sentimen tersebut, indeks dolar AS (DXY) pada perdagangan Selasa tercatat turun sekitar 0,17 persen ke level 98,15 dan sempat menyentuh titik terendah intraday di 97,87. Posisi ini menjadi level terendah indeks dolar dalam kurun dua bulan terakhir, sehingga emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli global.

Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga melemah sekitar 0,33 persen ke level 4,1820 persen.

Seorang analis pasar senior dari RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai bahwa data ketenagakerjaan tersebut memberi alasan tambahan bagi The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga. Menurutnya, langkah penurunan suku bunga akan memberikan keuntungan bagi emas, dan saat ini pasar menangkap sinyal tersebut sebagai faktor pendukung penguatan harga logam mulia.

Meski penciptaan lapangan kerja di AS tercatat membaik pada November, tingkat pengangguran justru naik ke level 4,6 persen. Kondisi ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump. Angka pengangguran tersebut juga berada di atas perkiraan survei Reuters terhadap para ekonom yang sebelumnya memproyeksikan tingkat pengangguran di kisaran 4,4 persen.

Pekan lalu, Komite Pasar Terbuka Federal secara resmi memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dinilai pasar tidak seagresif yang diharapkan sebelumnya, sehingga pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan selanjutnya.

Kontrak Berjangka Suku Bunga AS

Kontrak berjangka suku bunga AS saat ini masih mencerminkan peluang dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada 2026, dengan total pelonggaran sekitar 59 basis poin. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung menjadi pilihan utama investor sebagai aset lindung nilai.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi AS, yakni Indeks Harga Konsumen November yang dijadwalkan keluar pada Kamis, serta Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi pada Jumat, sebagai petunjuk tambahan arah kebijakan moneter ke depan.

Prospek Harga Emas ke Depan

Sementara itu, pandangan jangka menengah terhadap pergerakan harga emas masih relatif optimistis. Apabila harga emas mampu bertahan dan ditutup di atas level US$4.400 per troy ons hingga akhir 2025, peluang untuk melanjutkan kenaikan dinilai masih terbuka.

Chief Operating Officer Allegiance Gold, Alex Ebkarian, memperkirakan harga emas berpotensi naik ke kisaran US$4.859 hingga US$5.590 per troy ons pada 2026. Ia juga menilai bahwa perak memiliki peluang untuk kembali menguji level US$50 per ons pada tahun depan.

Dengan kombinasi pelemahan dolar AS, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, emas tetap dipandang sebagai aset strategis untuk menjaga nilai investasi dalam jangka menengah hingga panjang.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan