
aiotrade, JAKARTA — Harga emas dunia mengalami kenaikan setelah Federal Reserve (The Fed) melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Hal ini turut mendorong harga perak melonjak dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Menurut laporan terbaru, harga emas di pasar spot hari ini naik sebesar 0,7% menjadi US$4.236,57 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari 2026 justru turun 0,3% ke posisi US$4.224,70 per troy ounce.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pemangkasan suku bunga oleh The Fed diambil dengan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat bank sentral. Meski demikian, The Fed memberi sinyal bahwa kemungkinan besar akan menahan penurunan suku bunga selanjutnya. Hal ini dilakukan guna menunggu kepastian arah pasar tenaga kerja dan perkembangan inflasi.
Menurut Tai Wong, pedagang logam independen, pelaku pasar emas menyukai hasil keputusan hari ini. Harga emas sempat mencapai level tertinggi harian setelah melewati fase ambil untung.
Penurunan suku bunga dinilai meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas. Hal ini karena menurunkan opportunity cost bagi investor.
Mayoritas pejabat bank sentral AS menilai bahwa pemangkasan suku bunga jangka pendek masih diperlukan pada tahun depan. Namun, mereka memiliki perbedaan pandangan terkait besaran penurunannya. Bahkan, beberapa pembuat kebijakan justru menentang pemangkasan suku bunga sama sekali, sementara tiga pejabat memproyeksikan potensi kenaikan suku bunga.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan suku bunga saat ini berada pada posisi yang tepat untuk merespons perkembangan ekonomi ke depan. Namun, ia enggan memberikan sinyal lebih lanjut terkait peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
“Powell berupaya mengakomodasi perbedaan pandangan di dalam komite sehingga menghasilkan pemangkasan suku bunga dengan tiga suara penentang. Pasar global merespons positif pernyataannya. Namun, masih belum jelas apakah emas mampu mencetak rekor baru,” tambah Wong.
Di sisi lain, harga perak spot hari ini melonjak ke rekor tertinggi di level US$61,85 per troy ounce. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melesat sekitar 113%, didorong oleh peningkatan permintaan industri, penyusutan persediaan, serta penetapan perak sebagai mineral kritis oleh pemerintah AS.
Analis SP Angel menilai kinerja perak yang melampaui emas mencerminkan aliran dana spekulatif yang masuk ke aset dengan volatilitas lebih tinggi, terutama setelah harga emas mengalami koreksi.
“Selain arus dana spekulatif, perak juga diuntungkan oleh kondisi pasar fisik yang ketat, seiring terjadinya tekanan pasokan pada Oktober lalu,” tulis SP Angel dalam risetnya.
Selain emas dan perak, harga platinum turun 2,4% ke level US$1.654,55 per troy ounce, sedangkan palladium melemah 2% menjadi US$1.475,94 per troy ounce.