Emas Naik 60%, BSI Tawarkan Investasi Aman Mulai Rp50.000

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Emas Naik 60%, BSI Tawarkan Investasi Aman Mulai Rp50.000

Emas sebagai Investasi yang Menguntungkan

Harga emas mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Gold Price, harga emas pada Senin (29/9/2025) mencapai Rp 2.040.000 per gram atau naik sebesar 60 persen secara tahunan (year-on-year). Lonjakan ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi pilihan utama masyarakat sebagai instrumen investasi yang tangguh dalam menghadapi inflasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Seiring dengan minat masyarakat terhadap emas, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai bank emas syariah pertama di Tanah Air menghadirkan layanan investasi emas yang aman, mudah, dan terjangkau melalui BSI Layanan Emas dan Bullion Bank.

Cara Membeli Emas di BSI

Untuk memiliki emas dengan modal terjangkau, masyarakat dapat membuka rekening emas BSI melalui aplikasi BYOND by BSI. Setelah rekening aktif, nasabah bisa menabung, membeli, atau menjual emas secara digital dengan harga kompetitif selama 24 jam penuh melalui fasilitas buyback.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa emas kini bukan lagi barang mewah yang hanya bisa dimiliki kalangan tertentu. “Cukup Rp 50.000, masyarakat bisa membeli emas di BSI dengan perolehan sekitar 0,02 gram,” ujar Anggoro dalam acara Grand Launching Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Tiga Layanan Emas dari BSI

BSI menyediakan tiga layanan emas, yaitu BSI Emas, Cicil Emas BSI Gold, dan BSI Gadai Emas.

Layanan BSI Emas memungkinkan nasabah untuk menabung emas digital melalui superapps BYOND by BSI mulai dari Rp 50.000 atau setara 0,02 gram. Emas digital ini disimpan aman di bank dan bisa dicetak menjadi logam mulia fisik mulai dari dua gram di seluruh kantor cabang BSI di Indonesia.

“Memiliki emas secara digital lebih mudah untuk disimpan dan ditransaksikan kapan saja sesuai kebutuhan. Lebih efektif dan efisien,” papar Anggoro.

Jika ingin memiliki emas secara cicilan, nasabah bisa menggunakan layanan Cicil Emas BSI Gold. Layanan ini menawarkan skema cicilan seri emas "Emasku BSI" yang telah memiliki sertifikasi SNI dengan kadar 99,99 persen dan kesesuaian syariah dari DSN MUI. BSI Gold memiliki harga yang kompetitif dan dapat dilakukan buyback di seluruh Kantor Cabang BSI.

“Investasi emas terbukti mulai menarik minat kaum milenial. Sekitar 30 persen sampai 35 persen nasabah tergolong generasi milenial di layanan Cicil Emas BSI Gold,” tuturnya.

Layanan BSI Gadai Emas

Bagi nasabah yang membutuhkan dana tunai mendesak tanpa harus menjual emas yang dimiliki, tersedia layanan BSI Gadai Emas. Melalui layanan ini, nasabah bisa mendapatkan pinjaman tunai dengan menjaminkan emasnya di BSI.

Literasi dan Kinerja Emas BSI

Anggoro menambahkan, BSI juga gencar menyelenggarakan literasi emas. Upaya ini menjadi komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat mempersiapkan masa depan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Emas memiliki nilai intrinsik unik karena tahan inflasi, bersifat likuid (mudah dicairkan), dan bisa diperjualbelikan kapan pun. Oleh karena itu, emas dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang.

Bisnis berbasis emas pun kini menjadi mesin pertumbuhan kinerja BSI hingga triwulan II 2025. Pembiayaan bisnis emas BSI mencapai Rp 16,88 triliun atau melesat 88,25 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan layanan Cicil Emas yang mencapai Rp 9,09 triliun atau naik 155,41 persen (yoy) dan Gadai Emas Rp 7,79 triliun atau tumbuh 44,08 persen (yoy). Adapun total kelolaan Tabungan Emas BSI kini telah menembus lebih dari satu ton emas.

Pertumbuhan bisnis emas turut mendorong pendapatan margin perseroan ke level Rp 14,09 triliun atau tumbuh 16,61 persen (yoy). Pendapatan berbasis fee BSI juga naik Rp 2,94 triliun atau naik 18,37 persen.

“Inovasi layanan dan transformasi digital transaksi menjadi salah satu mesin yang mendorong akselerasi pertumbuhan bisnis di BSI,” ujar Anggoro.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan