
aiotrade.CO.ID -
JAKARTA.
Harga emas mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (9/12/2025) pagi. Pukul 07.32 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2026 berada di level US$ 4.223,30 per ons troi, meningkat sebesar 0,13% dibandingkan hari sebelumnya yang ada di US$ 4.217,70 per ons troi.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah antisipasi para trader terhadap pengumuman kebijakan moneter The Federal Reserve pekan ini. Prediksi yang muncul adalah bahwa bank sentral AS tersebut akan menurunkan suku bunga acuannya dan memberikan panduan kebijakan moneter untuk tahun depan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut laporan Bloomberg, para trader memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan kebijakan Desember. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan harga emas.
Kevin Hassett, salah satu kandidat kuat yang akan mengambil alih posisi Ketua The Fed, menyatakan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas penyusunan rencana suku bunga selama enam bulan ke depan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebijakan suku bunga akan diambil oleh pihak lain, yang bisa memengaruhi pasar emas.
Selama tahun ini, harga emas telah menguat sekitar 60% karena adanya peningkatan pembelian dari bank sentral. Namun, kecurigaan bahwa The Fed akan menghentikan kebijakan pemangkasan suku bunga baru-baru ini dapat memberikan tekanan pada harga emas.
Analisis dari BMI, unit Fitch Solution Inc, menyebutkan bahwa harga emas batangan kemungkinan bisa turun di bawah US$ 4.000 per ons troi. Alasannya adalah siklus pelonggaran moneter yang dimulai pada tahun 2024 mulai kehilangan momentum.
Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas antara lain:
- Perkembangan kebijakan moneter The Fed: Penurunan suku bunga atau perubahan kebijakan moneter dapat memengaruhi arah harga emas.
- Permintaan dari bank sentral: Pembelian emas oleh bank sentral menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga.
- Siklus pelonggaran moneter: Jika siklus ini melambat, maka permintaan terhadap emas juga bisa mengalami penurunan.
Dalam konteks pasar global, emas sering kali menjadi aset yang diminati saat investor mencari perlindungan terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi. Namun, perubahan kebijakan moneter oleh bank sentral seperti The Fed dapat mengubah dinamika pasar secara tiba-tiba.
Selain itu, situasi geopolitik dan kondisi ekonomi global juga dapat memengaruhi harga emas. Misalnya, ketegangan di kawasan Timur Tengah atau krisis ekonomi di negara-negara besar dapat memicu lonjakan permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
Dengan demikian, meskipun harga emas sedang mengalami kenaikan, para investor tetap harus memantau perkembangan kebijakan moneter dan situasi ekonomi global dengan cermat. Perubahan kecil dalam kebijakan The Fed atau pergerakan pasar keuangan global dapat memiliki dampak signifikan terhadap harga emas dalam jangka pendek maupun panjang.