Emas, Saham, atau Kripto: Pilih Investasi Terbaik dengan Tepat?

admin.aiotrade 11 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Emas, Saham, atau Kripto: Pilih Investasi Terbaik dengan Tepat?

Pertanyaan Investasi yang Populer di Masa Kini

Seorang warganet di media sosial X (dulunya Twitter) mengajukan pertanyaan tentang investasi yang tepat untuk dilakukan di masa kini. Ia menanyakan, apakah lebih baik berinvestasi dalam bentuk emas, kripto, atau saham.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Investasi merupakan kegiatan menanamkan atau menempatkan sejumlah dana pada suatu aset yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan atau manfaat di masa depan. Aset tersebut dapat berupa emas, saham, dan juga kripto. Berbeda dengan tabungan yang hanya berfungsi menyimpan aset, investasi dapat menaikkan nilai dan harga dari suatu aset tersebut.

Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan dari investasi emas, kripto, dan saham?

Plus Minus Emas, Saham, dan Kripto untuk Investasi

Perencana keuangan Andi Nugroho menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari emas, kripto, dan saham, terutama untuk investasi. Berikut penjelasannya:

1. Emas

Emas menjadi salah satu bentuk investasi tertua yang masih digemari hingga kini. Menurut Andi, emas memiliki daya tarik karena sifatnya yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Emas itu sangat familiar bagi banyak orang. Proses membelinya mudah, dijualnya pun gampang. Karena itulah emas termasuk instrumen yang likuid,” ujar Andi dikutip dari aiotrade.app, Jumat (10/10/2025).

Selain mudah diperdagangkan, emas juga tersedia dalam berbagai pecahan, mulai dari satu gram hingga satu kilogram sehingga bisa disesuaikan dengan kemampuan modal investor. Bentuknya yang kecil juga membuat emas mudah disimpan, bahkan bisa dijadikan perhiasan.

“Dengan berbagai kelebihan itu, emas juga bisa berfungsi sebagai dana darurat,” tambahnya.

Namun, Andi juga mengingatkan bahwa emas bukan tanpa kekurangan. “Karena ukurannya kecil, risiko kehilangan atau menjadi sasaran tindak kriminal juga tinggi. Selain itu, kalau kondisi ekonomi global stabil, kenaikan harga emas biasanya tidak terlalu signifikan,” jelasnya.

Menurut Andi, emas cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang, bukan untuk mencari keuntungan cepat. Ia juga mengingatkan agar investor memahami adanya selisih antara harga beli dan jual, yang bisa memengaruhi hasil akhir investasi.

2. Saham

Berbeda dengan emas, saham menawarkan dinamika yang lebih tinggi. Andi menyebut saham sebagai instrumen yang menjanjikan keuntungan besar, namun juga menuntut risiko tinggi.

“Potensi kenaikan harga saham bisa fantastis, bahkan dalam satu hari saja. Tapi karena potensi untungnya tinggi, risiko ruginya juga sama besar," kata Andi.

Menurut Andi, keunggulan lain saham adalah kemudahan aksesnya. Kini, siapa pun bisa membeli saham hanya dengan ponsel dan aplikasi investasi.

“Dengan kemajuan teknologi, orang bisa berinvestasi bahkan dari rumah sambil rebahan,” katanya.

Saham juga bisa memberikan dua jenis keuntungan sekaligus yakni dividen bagi investor jangka panjang, dan keuntungan jangan pendek dengan melakukan trading.

“Saham bisa jadi aset investasi untuk mendapatkan dividen, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk investasi jangka pendek dengan menjalankan sistem trading,” jelas Andi.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa saham tidak cocok bagi semua orang. Hal itu disebabkan analisisnya yang kompleks dan sulit dipahami.

"Akan cukup merepotkan bagi investor yang tidak techno savvy," katanya.

3. Kripto

Andi mengatakan bahwa kripto dapat menawarkan keuntungan luar biasa, namun risikonya juga jauh lebih besar dibandingkan saham.

“Potensi keuntungan kripto bisa lebih tinggi dari saham, tapi potensi kerugiannya juga bisa jauh lebih parah,” kata Andi.

Salah satu keunggulan utama kripto adalah sifatnya yang tanpa batas negara dan teritori. Investor bisa bertransaksi di mana saja dan kapan saja.

“Ada banyak pilihan aset kripto yang bisa dibeli dengan harga relatif terjangkau. Bahkan, di beberapa negara sudah ada merchant yang menerima pembayaran menggunakan kripto,” ujarnya.

Namun, Andi menekankan bahwa kripto berbeda dari saham karena tidak memiliki underlying asset atau aset yang nyata seperti halnya perusahaan. Hal ini membuat kripto hanya mengandalkan permintaan dan penawaran pembeli.

“Berbeda dengan emiten saham, kripto tidak ada underlying asetnya sehingga volatilitas yang terjadi murni karena jumlah permintaan dan penawaran,” jelasnya.

Memilih Investasi yang Cocok untuk Anda

Lantas, bagaimana cara menentukan investasi yang cocok dengan kita? Andi mengatakan, salah satu hal paling penting sebelum memilih instrumen investasi adalah mengenali diri sendiri.

“Cari tahu dan pahami profil kemampuan menerima risiko kita sendiri. Apakah kita seorang yang agresif alias berani ambil risiko, konservatif yang cenderung menghindar, atau moderat di tengah-tengahnya,” ujarnya.

Setelah memahami seberapa besar risiko yang bisa kita tanggung, langkah berikutnya adalah menyesuaikan modal dan mengatur jangka waktinya.

"Berapa lama uang kita bisa “diparkir” untuk diinvestasikan. Apakah jangka pendek kurang dari 1 tahun, jangka menengah 1-3 tahun, atau untuk jangka panjang lebih dari 3 tahun," tambah Andi.

Tujuan mengenai investasi tersebut pun harus jelas sesuai dengan yang ingin dicapai.

"Apakah untuk sekolah lagi, menikah, jalan-jalan, atau pensiun," jelas Andi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan