
Penghentian Operasional Anak Usaha PT Multipro Paint Indonesia
PT AVIA Avian Tbk (AVIA) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Multipro Paint Indonesia, telah menghentikan operasionalnya secara permanen sejak 20 Desember 2025. Anak usaha ini bergerak di bidang manufaktur cat pelindung dan cat kapal laut, dengan AVIA memiliki kepemilikan saham sebesar 67 persen.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sekretaris Perusahaan AVIA, Hera Septi Astuti, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mengevaluasi kinerja keuangan dan prospek bisnis PT Multipro Paint Indonesia. “Perseroan secara resmi menghentikan kegiatan operasionalnya secara permanen,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Sejak tahun 2024, kinerja PT Multipro Paint Indonesia terus menurun, yang juga disertai dengan kerugian operasional yang terus berlanjut. Pada tahun tersebut, kontribusi anak usaha ini hanya sebesar 0,55 persen terhadap total pendapatan AVIA.
Setelah menutup operasional anak usaha ini, AVIA akan fokus pada strategi lini bisnis inti serta mengoptimalkan pertumbuhan perusahaan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Masuknya AVIA ke Indeks FTSE Russell
Pada Agustus 2025, AVIA resmi masuk ke dalam indeks FTSE Russell, salah satu indeks pasar keuangan yang menjadi bagian dari London Stock Exchange Group (LSEG). Wakil Direktur Utama Avian Brands, Ruslan Tanoko, menyatakan bahwa masuknya perseroan ke indeks FTSE Russell merupakan pengakuan atas jalannya bisnis yang berkelanjutan.
FTSE Russell dikenal sebagai penyedia indeks global yang digunakan oleh investor institusional, analis keuangan, dan manajer aset di seluruh dunia untuk mengukur integritas, ketahanan, dan kinerja jangka panjang suatu perusahaan.
Menurut Ruslan, masuknya Avian Brands ke indeks FTSE Russell melalui proses verifikasi yang ketat. Proses ini menilai kinerja perusahaan berdasarkan standar environmental, social, and governance (ESG). Ia menekankan bahwa proses ini sangat selektif dan membutuhkan transparansi data, konsistensi praktik ESG, serta bukti implementasi keberlanjutan.
Kondisi Pasar dan Produk AVIA
Saat ini, emiten berkode AVIA menguasai sekitar 24 persen pangsa pasar di industri cat dan pelapis dekoratif di Indonesia. AVIA memiliki kapasitas dan kemampuan manufaktur yang kuat melalui fasilitas manufaktur di Sidoarjo dan Serang. Integrasi vertikal memungkinkan AVIA untuk memproduksi bahan baku secara internal.
Avian Brands memiliki berbagai produk seperti Cat tembok Sunguard All in One, Supersilk Anti Noda dan Avitex, cat pelapis antibocor No Drop, serta cat kayu & besi Avian. Penjualan AVIA terbagi menjadi dua segmen utama: solusi arsitektur dan barang dagangan. Solusi arsitektur berkontribusi sekitar 80 persen terhadap penjualan, sedangkan segmen barang dagangan berkontribusi sekitar 20 persen.
Avian didirikan oleh Hermanto Tanoko, yang saat ini menjabat sebagai komisaris utama. Perusahaan ini terus berkomitmen untuk memberikan solusi berkualitas tinggi kepada pelanggan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.