
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yang dimiliki oleh Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, akan membagikan dividen interim sebesar US$ 250 juta, setara dengan Rp 4,14 triliun berdasarkan asumsi kurs Rp 16.704 per dolar AS. Pembayaran dividen tersebut dijadwalkan pada 27 November 2025.
Dana pembagian dividen berasal dari laba bersih AADI selama sembilan bulan pertama tahun ini yang mencapai US$ 587,32 juta. Dengan demikian, nilai dividen interim tersebut setara dengan 42,57% dari total laba bersih perseroan pada periode tersebut. Meskipun telah mengumumkan total nilai dividen yang akan dibayarkan, perseroan belum menyebutkan besaran dividen per saham yang akan diterima investor. Namun, berdasarkan jadwal pembagian dividen di Stockbit, AADI tercatat akan membagikan dividen interim sebesar Rp 536,38 per saham.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dengan asumsi tersebut, Boy Thohir berpotensi menerima dividen sekitar Rp 243,52 miliar, berdasarkan kepemilikan pribadinya atas 454,01 juta saham AADI. Pembagian dividen ini merupakan yang pertama dilakukan AADI sepanjang perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Jadwal Pembagian Dividen AADI
- Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 17 November 2025
- Tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 18 November 2025
- Tanggal cum dividen di pasar tunai: 19 November 2025
- Tanggal ex dividen di pasar tunai: 20 November 2025
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 19 November 2025
- Tanggal pembayaran dividen: 27 November 2025
Kinerja AADI
Bila menilik kinerja keuangannya, AADI mencatatkan laba bersih yang terus naik secara kuartal pada tahun ini. Pada kuartal I, AADI membukukan laba bersih sebesar US$ 195,99 juta, kemudian meningkat secara QoQ menjadi US$ 428,68 pada kuartal II.
Pada sembilan bulan pertama 2025, AADI mencatatkan laba bersih sebesar US$ 587,32 juta atau sekitar Rp 9,80 triliun (dengan kurs Rp 16.692 terhadap dolar AS). Jumlah tersebut anjlok 45,34% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun 2024 sebesar US$ 1,07 miliar.
Turunnya laba bersih perseroan salah satunya terjadi imbas dari susutnya pendapatan yang AADI peroleh sepanjang periode tersebut. Pendapatan usaha perseroan susut menjadi US$ 3,60 miliar dari US$ 4,04 miliar atau turun 10,8% secara yoy.
Adapun pundi-pundi penghasilan AADI berasal dari penjualan batu bara ekspor ke pihak ketiga sebesar US$ 2,78 miliar dan penjualan batu bara domestik ke pihak ketiga sebesar US$ 530,9 juta. Seiring dengan turunnya pendapatan perseroan, AADI mampu menekan beban pokok penjualan sebesar 9,02% menjadi US$ 2,66 miliar dari sebelumnya sebesar US$ 2,93 miliar secara yoy.