Emiten konsumer terdongkrak momentum Nataru, pantau rekomendasi sahamnya

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 10x dilihat
Emiten konsumer terdongkrak momentum Nataru, pantau rekomendasi sahamnya


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering kali menjadi momen penting bagi sektor konsumsi di Indonesia. Peningkatan belanja masyarakat selama periode ini memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang konsumer. Momentum ini tidak hanya menjadi pendorong utama untuk peningkatan pendapatan, tetapi juga menjadi peluang bagi investor untuk mengevaluasi saham-saham dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sentimen musiman yang kuat pada akhir tahun 2025 dinilai sangat menguntungkan. Banyak emiten konsumer memiliki kinerja yang lebih baik pada kuartal IV dibandingkan kuartal lainnya. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang cenderung melakukan stok produk makanan dan kebutuhan pokok menjelang liburan. Selain itu, tren pembelian produk-produk discretionary seperti fesyen, elektronik, dan rekreasi juga meningkat.

Emitter Konsumer yang Layak Diperhatikan

Equity Analyst OCBC Sekuritas, Jessica Leonardy menyampaikan bahwa beberapa emiten konsumer diprediksi akan mendapat dorongan dari momentum Nataru. Emitter tersebut antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Menurut Jessica, libur panjang akhir tahun biasanya mendorong peningkatan pengeluaran masyarakat. Hal ini menjadi sentimen positif bagi AMRT dan MAPI. Ia menilai tren ini bisa berlanjut hingga kuartal I-2026, karena masyarakat masih memprioritaskan stok produk makanan dan kebutuhan pokok.

"Secara historis, kinerja AMRT di kuartal I dan kuartal IV memang cenderung lebih kuat dibanding kuartal lainnya. Sementara itu, performa MAPI pada kuartal IV juga paling solid dibandingkan kuartal lainnya," ujar Jessica.

Sementara itu, KLBF juga diperkirakan mendapat manfaat dari momentum Nataru. Faktor cuaca yang memasuki musim hujan pada kuartal IV-2025 hingga kuartal I-2026 meningkatkan permintaan produk OTC, terutama produk imunitas seperti Bejo.

Rekomendasi Saham dari Analis Lain

Retail Research Analyst Sinarmas Sekuritas, Cindy Alicia Ramadhania menilai emiten konsumer dan ritel umumnya menikmati momentum positif di akhir tahun. Ini didorong oleh meningkatnya konsumsi di tengah banyaknya diskon akhir tahun ditambah momentum pembagian bonus bagi sejumlah pekerja.

"Libur Nataru biasanya mendorong lonjakan konsumsi, aktivitas belanja, perjalanan, dan peningkatan permintaan barang kebutuhan rumah tangga," ujar Cindy.

Ia menyarankan untuk mencermati saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Secara teknikal, pergerakan saham JPFA menunjukkan kecenderungan bullish. Selain itu, tingginya konsumsi pada festive season tersebut diharapkan mendongkrak permintaan produk JPFA, yang pada akhirnya berpotensi tercermin dalam kinerja keuangan kuartal IV-2025 baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Prediksi Kinerja Sektor Konsumer

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menilai bahwa secara historis, momentum Nataru menjadi katalis penting bagi emiten karena mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. Peningkatan permintaan ini berpengaruh positif untuk sektor konsumsi primer dan non primer, yang mendapatkan manfaat dari kenaikan belanja masyarakat terhadap kebutuhan pokok maupun produk discretionary seperti fesyen, elektronik, dan rekreasi.

Selain itu, sektor telekomunikasi juga mengalami kenaikan trafik data seiring meningkatnya aktivitas digital dan komunikasi masyarakat selama liburan. "Lonjakan trafik data ini tidak hanya meningkatkan volume penggunaan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ARPU (Average Revenue Per User)," ujar Ratih.

Rekomendasi Saham dari Berbagai Ahli

Ratih merekomendasikan buy JPFA dengan target harga pada resistance di level Rp 2.850 dan support Rp 2.550, serta buy saham TLKM pada target harga resistance di Rp 3.800 dan support pada level Rp 3.420.

Jessica merekomendasikan buy saham KLBF, AMRT, dan MAPI di target harga masing-masing Rp 1.560, Rp 2.900, dan Rp 1.800 per saham. Adapun Cindy menyarankan untuk mencermati pergerakan saham JPFA sambil memanfaatkan strategi buy on weakness.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan