Emiten Masuk Cum Date Dividen Akhir Desember, Ini Saran Analis

admin.aiotrade 07 Des 2025 3 menit 26x dilihat
Emiten Masuk Cum Date Dividen Akhir Desember, Ini Saran Analis

Kesempatan Investor untuk Mendapatkan Dividen Interim di Akhir Tahun 2025

Pada pertengahan Desember 2025, para investor masih memiliki kesempatan untuk memperoleh cuan dari pembagian dividen interim. Beberapa emiten telah menjadwalkan tanggal cum date dividen pada pekan kedua bulan ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Contohnya adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang akan melakukan cum date dividen interim pada 9 Desember 2025 dengan nominal sebesar Rp 6,87 per saham. Sehari setelahnya, yaitu 10 Desember, tiga emiten lainnya juga akan melaksanakan cum date. Mereka adalah PT BFI Finance Tbk (BFIN) dengan nominal Rp 35 per saham, PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) sebesar Rp 16 per saham, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan nilai Rp 20,13 per saham.

Pada 12 Desember, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan mengumumkan cum date dividen interim dengan besaran Rp 87 per saham.

Prospek Saham Pembagi Dividen Bulan Ini

Menurut Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, prospek saham pembagi dividen pada bulan ini cukup positif. Dari segi yield, BFIN menjadi yang paling menjanjikan dengan dividen yield sebesar 4,64%. Berikutnya adalah UNVR dengan 3,21%, ARCI sebesar 1,54%, TOWR sebesar 1,24%, dan MSTI sebesar 1,13%.

Dari sisi fundamental, TOWR dan BFIN dinilai memiliki nilai tambah yang jelas bagi investor jangka panjang. Keduanya menunjukkan kinerja operasional yang solid meski menghadapi tekanan biaya.

Contoh Kinerja Operasional Emenit

BFI Finance Tbk (BFIN) mencatat perbaikan kinerja yang kuat pada kuartal III-2025. Laba setelah pajak dan kepentingan minoritas (PATMI) meningkat 13,5% quarter on quarter (qoq) menjadi Rp 405 miliar. Selain itu, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) BFIN juga naik 8,2% year on year (yoy) menjadi Rp 1,41 triliun per kuartal III-2025.

Sementara itu, TOWR mencatat stabilitas defensif melalui EBITDA sebesar Rp 2,7 triliun dan laba bersih Rp 903 miliar pada kuartal III-2025. Penurunan biaya bunga juga berdampak positif terhadap margin TOWR. “Penambahan 224 menara dan pertumbuhan fiber optik menunjukkan ekspansi organik tetap berjalan, sementara leverage masih terjaga,” ujar Harry.

Pandangan dari Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI)

Muhammad Wafi, Kepala Riset KISI, menyatakan bahwa mayoritas emiten yang membagikan dividen interim pada bulan ini memiliki arus kas yang kuat. Bagi investor yang mengincar dividen yield tinggi, pilihan utamanya adalah BFIN dan ARCI. Sementara itu, TOWR dan UNVR menawarkan daya tarik bagi investor yang mencari kestabilan dan saham defensif. MSTI, meskipun memiliki dividen yield rendah, tetap menawarkan pertumbuhan yang konsisten.

Secara fundamental, TOWR dan UNVR disebut sebagai emiten yang solid untuk jangka panjang. Hal ini didukung oleh recurring income stabil dan margin yang terjaga. BFIN memiliki kekuatan berkat Net Interest Margin (NIM) dan kualitas aset yang masih kuat, meski siklus kredit tengah mengetat. ARCI juga diuntungkan oleh kenaikan harga emas.

Peringatan dan Strategi Investasi

Wafi menambahkan, maraknya emiten yang membagikan dividen interim pada akhir tahun menjadi momentum positif bagi investor. Namun, investor tetap harus waspada terhadap fenomena jebakan dividen. Perlu diperhatikan likuiditas saham, tren laba kuartal keempat, serta sentimen sektoral.

Setelah mendapat dividen, investor bisa melakukan ambil untung jika tren harga saham mulai flat. “Bagi investor jangka panjang, lebih baik hold untuk mendapatkan dividen final,” jelas dia.

Investment Analyst Edvisor Provina Visindo Indy Naila sepakat bahwa investor perlu mewaspadai potensi koreksi harga saham dari emiten pembagi dividen interim setelah periode cum date. Selain itu, investor juga harus menelaah kinerja fundamental dari emiten-emiten tersebut agar saham bisa dihold untuk jangka menengah dan panjang.

Rekomendasi Saham

Indy merekomendasikan beli saham BFIN dengan target harga Rp 950 per saham untuk jangka panjang. Wafi menyarankan lima saham yang layak dipertimbangkan: TOWR di level Rp 640 per saham, UNVR di level Rp 2.200 per saham, BFIN di level Rp 650 per saham, ARCI di level Rp 1.100 per saham, dan MSTI di level Rp 1.300 per saham.

Harry menyarankan beli saham TOWR dengan target harga di level Rp 1.030 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan