Emiten telekomunikasi lakukan restrukturisasi aset fiber optik, ini prospeknya 2026

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Emiten telekomunikasi lakukan restrukturisasi aset fiber optik, ini prospeknya 2026

Strategi Perusahaan Telekomunikasi dalam Mengoptimalkan Aset Fiber Optik

Sejumlah perusahaan telekomunikasi di Indonesia sedang mengembangkan strategi yang berbeda-beda untuk memaksimalkan aset fiber optik mereka. Beberapa dari mereka bahkan telah melakukan aksi korporasi untuk menata kembali portofolio bisnis mereka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) misalnya, telah menandatangani akta pemisahan sebagai bisnis atau spin off dan aset wholesale fiber connectivity tahap I ke Infranexia pada 18 Desember 2025. Dalam tahap ini, TLKM memisahkan aset dengan nilai sebesar Rp 35,3 triliun, yang setara dengan 50% dari total aset fiber optik yang akan dikelola oleh Infranexia. Rencananya, Infranexia akan mengelola seluruh aset fiber optik dengan total nilai mencapai Rp 90 triliun.

Di sisi lain, PT Indosat Tbk (ISAT) juga tengah melakukan reorganisasi dengan membagi aset fiber optiknya menjadi FiberCo, sebuah platform bernilai Rp 14,6 triliun. ISAT berhasil menggaet dua investor besar, yaitu Arsari Group dan Northstar, untuk mendukung langkah tersebut.

Pendekatan Berbeda Namun Tujuan Sama

Analisis dari Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Anantara dan Erindra Krisnawan, menunjukkan bahwa para operator seluler sedang menerapkan strategi restrukturisasi fiber yang berbeda-beda. Meskipun pendekatannya berbeda, tujuan utamanya sama, yaitu menurunkan intensitas belanja modal, memperluas jangkauan jaringan, meningkatkan arus kas, serta membuka nilai aset.

TLKM mengambil pendekatan berbasis ekosistem dengan melakukan pemisahan alias spin-off InfraCo dan menjual 20%-30% saham minoritas pada valuasi 9 kali–12 kali EV/EBITDA. Sementara itu, ISAT menargetkan transaksi pembukaan nilai melalui rencana penjualan 70% saham pada jaringan fiber sepanjang sekitar 92.000 km dengan estimasi nilai US$1 miliar atau sekitar 12,7 kali EV/EBITDA.

Kafi dan Erindra juga mencermati bahwa EXCL akan bergerak menuju pelepasan penuh dari infrastruktur fiber, menyusul pemisahan ServiceCo–InfraCo di PT Link Net Tbk (LINK) serta divestasi terbaru di PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

Dampak Restrukturisasi pada Performa Saham

Restrukturisasi fiber optik dinilai memiliki potensi katalis yang bersifat selektif. Misalnya, ISAT menawarkan potensi kenaikan jangka pendek secara taktis dari kemungkinan pembagian dividen hasil transaksi. Sementara itu, TLKM memiliki peluang yang lebih struktural melalui pertumbuhan EBITDA berbasis peningkatan utilisasi dalam jangka menengah.

Head of ASEAN TMT Equity Research JP Morgan, Ranjan Sharma, memproyeksikan potensi kenaikan terbesar pada ISAT, sementara monetisasi fiber dapat menghadirkan risiko kenaikan terhadap rekomendasi netral untuk TLKM.

Rekomendasi dari Analis

JP Morgan Sekuritas memberikan peringkat overweight pada ISAT dan menjadikannya sebagai pilihan utama. Sementara itu, rekomendasi netral diberikan untuk TLKM. Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight pada sektor ini dengan valuasi EV/EBITDA saat ini sebesar 5,3 kali.

Kesimpulan

Strategi restrukturisasi fiber optik yang dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi seperti TLKM dan ISAT menunjukkan komitmen kuat untuk memaksimalkan nilai aset dan meningkatkan kinerja keuangan. Dengan pendekatan yang berbeda namun tujuan yang sama, perusahaan-perusahaan ini diharapkan dapat menghadapi tantangan industri dengan lebih baik dan memperkuat posisi mereka di pasar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan