
aiotrade.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menetapkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 335 triliun pada tahun 2026. Nilai ini melonjak signifikan dibandingkan alokasi tahun 2025 yang sebesar Rp 171 triliun. Dari sisi sasaran, program andalan pemerintah tersebut ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat sepanjang 2026.
Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su mengatakan program MBG menjadi katalis positif untuk perusahaan unggas karena akan membantu permintaan menjadi lebih solid.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bahkan ketika ekonomi di 2025 sedikit melambat, harga ayam tidak terpukul dalam, terutama di semester II. Selain itu, program MBG ini setidaknya akan menyempitkan ruang kerugian biologis akibat culling.
Harry menilai emiten sektor unggas seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berpeluang besar meraup manfaat dari program unggulan pemerintah tersebut. Kedua emiten ini diperkirakan menguasai sekitar 75% pangsa pasar unggas nasional.
"Terutama JPFA yang telah mengumumkan secara resmi telah bekerja sama dengan pemerintah terkait program ini tahun lalu," kata Harry kepada aiotrade, Kamis (9/1/2026) lalu.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan rencana Danantara yang disebut-sebut akan menginisiasi pembangunan peternakan baru untuk memasok kebutuhan MBG.
"Menurut kami, jika ini dilakukan melalui entitas baru dan tidak menggandeng existing-players, ada potensi harga ayam akan tertekan akibat kenaikan jumlah supply," tambahnya.
Harry merekomendasikan buy saham CPIN dan JPFA di target harga masing-masing Rp 6.125 dan Rp 2.700 per saham.