
Kehidupan Melda Safitri yang Penuh Duka
Melda Safitri, seorang perempuan dari Aceh Selatan, kini hidup dalam kesedihan setelah diceraikan oleh suaminya, Jakfar Sidik. Kejadian ini terjadi pada hari Jumat, 15 Agustus 2025, hanya dua hari sebelum suaminya dilantik sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di Aceh Singkil. Hal ini memicu banyak sorotan dan empati dari masyarakat, termasuk dari tetangganya, Vina.
Vina mengungkapkan bahwa ia sempat mengantarkan Melda pulang ke kampung halamannya di Tapaktuan, Aceh Selatan. Dalam video yang beredar, Vina tampak menggunakan hijab berwarna hijau sambil menangis tersedu-sedu saat Melda ditinggalkan oleh suaminya. Dengan suara bergetar, Vina menyampaikan pesan yang penuh kasih kepada Melda: Cantikkan badanmu, tanpa dia (JS), kau itu hidup.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa waktu lalu, Melda hadir dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo. Di acara tersebut, Vina juga dihubungi oleh Densu untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Saat berbicara melalui video call, Vina mengaku merasa kasihan dengan nasib Melda yang diceraikan menjelang pelantikan suaminya. Ia menangis sambil berkata, Kasian sama si Melda, gak tahan aku nak.
Vina menjelaskan alasannya yang membuatnya marah dan menangis saat mengantarkan Melda pulang ke kampung halamannya. Ia mengatakan, Dari hati nurani. Nak, saya wanita. Seandainya saya digitukan, macam mana perasaan saya. Menurut Vina, ia marah karena merasa kesal dengan suami Melda yang menceraikan istri.
Marah sama suaminya, aku bulang ke dia Cantikkan badanmu, tanpa dia (JS), kau itu hidup, ujar Vina sambil menangis. Ia mengaku ucapan yang dilontarkannya spontan dan tidak direncanakan.
Perjalanan Kesedihan Melda
Vina mengungkapkan bahwa Jakfar menceraikan Melda pada hari Jumat, 15 Agustus 2025. Setelah itu, mereka berjualan di lapangan mulai hari Minggu hingga Sabtu. Setelah jualan, Melda membayar utangnya sedikit demi sedikit. Sebelum pulang ke kampung halamannya, Melda melunasi hutang-hutangnya di tempat tinggalnya.
Tidak hanya itu, Vina juga mengingat momen ketika Melda meminta makan setelah tidak punya uang lagi. Habis bayar utang, dia ketok-ketok rumahku minta makan, ya aku kasih dia makan. Ya namanya manusia, aku kasih makan dia, kata Vina.
Vina juga mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi keluarga Melda menjadi salah satu pemicu perceraian. Keadaan ekonomi semua nak, keadaan ekonomi itu mestinya bisa diselesaikan dengan baik-baik, mengapa harus ditinggalkan, katanya. Bahkan, Melda diterlantarkan selama tiga bulan tanpa diberi nafkah.
Harapan dan Doa untuk Melda
Vina menasehati Melda untuk pulang ke kampung halamannya, namun Melda belum mau karena masih ada hutang. Hingga akhirnya, Melda melunasi hutang tersebut dengan menjual motor dan kulkasnya. Setelah itu, Melda baru pulang ke kampung halamannya.
Pulanglah kamu Melda. Fitri 'nggak mau aku pulang, utangku masih banyak di sini'. Dijual motornya, kulkasnya, dijual semua barang berharga untuk menutupi semua utangnya di Aceh Singkil. Sekarang utangnya sudah bersih, terangnya.
Lebih lanjut, ibu Vina berdoa agar Melda dimurahkan rezeki dan sehat. Semoga murah rezekinya, sehat-sehat, aku gak minta apa-apa cukup dia senang alhamdulillah, terangnya.
Alasan Perceraian
Diketahui bahwa Safitri mengaku diceraikan suami pada 15 Agustus 2025, sementara suaminya dilantik sebagai PPPK Satpol PP Aceh Singkil pada 17 Agustus 2025. Padahal Safitri rela membelikan atribut korpri sang suami jelang pelantikan dari hasil jualannya, namun tak disangka ia justru diceraikan suami.
Kini Fitri tinggal di rumah orang tuanya di Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, bersama dua anaknya. Hingga Oktober ini, Fitri mengaku bertahan dari hasil jualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumahnya. Dari hasil tersebut, dia juga mampu menghidupi kedua anaknya yang masih kecil.
Kisah Awal Perceraian
Diceritakan Safitri awal mula rumah tangganya retak hingga diceraikan suami. Ia mengungkapkan bahwa penyebab perceraian bermula dari pertengkaran kecil di rumah, ketika suaminya pulang dan tidak menemukan lauk di meja makan. Pertengkaran ini terjadi tepat tiga hari sebelum sang suami menerima SK PPPK.
Padahal diakui Safitri dirinya yang membelikan baju korpri suami dari hasil jualan sayur, namun tak disangka malah diceraikan suaminya. Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah. Karena bagaimana saya harus masak nasi atau kawan nasi sedangkan apa pun tidak ada di rumah, ujar Fitri dengan suara bergetar.
Suami Fitri terus berlanjut marah dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga dinilai melukai harga dirinya. Malam itu juga, suami Fitri pergi bersama rekannya hingga pulang larut malam. Amarah suami Fitri terus berlanjut hingga keesokan harinya.
Karena kesal, Fitri lantas membalas ucapan suami yang dinilai menyakitkan hatinya hingga terjadi ribut besar. Saya balas-lah repetan dia, kamu mau apa, kesalahanku apa, saya bilang. 'Kamu kan tidak bawa belanja, tidak ada kasih (nafkah) apa-apa, jadi apa yang saya masak?' Jadi dia memancing emosi saya terus, dipancing-dipancing sama dia, terus saya merepet sama dia. Setelah itu, saya pergi cuci piring karena capek ribut terus, ungkapnya.
Saat Fitri mencuci piring, ternyata suaminya sudah membungkus baju lalu pergi ke rumah tetangga untuk meminjam sepeda motor. Saat kembali ke rumah, sang suami langsung mengucapkan kata cerai di hari itu juga. Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan 1, 2, 3 lalu dia pergi membawa bajunya, ungkap Fitri.
Pengakuan dan Harapan
Tiga hari setelah peristiwa itu, tepat pada 18 Agustus, sang suami dilantik menjadi PPPK. Fitri menegaskan, suaminya menceraikan dirinya bukan semata karena pertengkaran rumah tangga, melainkan karena sang suami akan dilantik menjadi PPPK. Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama. Saya sempat berharap, setelah dia dilantik jadi PPPK, bisa sedikit membantu perekonomian keluarga, ujar Fitri.
Namun, lanjutnya, harapan itu justru pupus. Menurut Fitri, jika suaminya ingin menceraikan dirinya kenapa tidak dari dulu. Begitu dikasih Allah rezeki, dia malah ceraikan saya. Kalau memang mau cerai, kenapa tidak dari dulu, tuturnya dengan nada kecewa.
Fitri bahkan mengaku sudah sejak jauh hari membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya sebagai PPPK. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil ia berjualan cabai dan sayuran di pasar. Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan. Saya bantu dia dari nol, dari belum kerja sampai bisa lulus PPPK. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK, tutur Fitri lirih.
Penutup
Jauh sebelum ini, Fitri mengungkap jika dulu pernikahannya memang sempat tidak direstui oleh ibu mertua. Bahkan setelah mereka menikah pada tahun 2020, mertua sering ikut campur. Sampai dulu suami saya itu pernah bantu saya cuci piring, pernah bantu saya menyuci. Itu dia bicarakan ke orang-orang. Seperti seorang tua tadi dia bicarakan ke tetangga-tetangga dia. Dia bilang anak saya dibubudak-budak oleh dia, sama tetangga-tetangga. Dia suruh perempuan bantu. Awalnya saya diam, tapi lama-lama saya diinjak, timpalnya.
Kisah ini pertama kali viral lewat unggahan akun Facebook Rita Sugiarti Ricentil Panggabean, yang memperlihatkan momen haru saat Fitri diantar para tetangganya naik mobil L300, membawa barang-barang rumah tangga menuju kampung halamannya di Aceh Selatan. Lewat Facebook miliknya @Safitri Alshop Aceh, ia membenarkan bahwa dirinya benar-benar diceraikan oleh suaminya pada 15 Agustus 2025, hanya dua hari sebelum sang suami dilantik dan menerima SK PPPK pada 17 Agustus 2025.
Dalam salah satu komentarnya, Fitri menulis curahan hati yang terus menyita perhatian warganet. Bahkan Fitri sempat membelikan baju Korpri untuk suaminya, baju tersebut dibeli dari hasil dia berjualan sayur dan cabai. Saya sudah menuntut keadilan, karena saya sudah melapor ke sana kemari. Tidak ada hasil, hanya dipandang sebelah mata. Padahal baju Korpri yang dipakai untuk pelantikan itu hasil dari jualan cabe dan sayur saya belikan. Karena niat tulus untuk suami saya. Tapi saya tidak menyangka dia seperti ini dengan saya dan anak-anak saya, ungkap Fitri.
Ia juga menegaskan bahwa video yang viral diunggah bukan tanpa izin, melainkan sudah sepengetahuannya. Jangan salahkan siapa pun, terutama saudara kita Rita Sugiarti Ricentil Panggabean tentang viralnya video saya ini. Viral-nya video ini atas seizin Allah melalui orang-orang baik, orang yang peduli dengan kemanusiaan. Cukup saya yang merasakan hal ini, jangan sampai ke keluarga kalian, tulisnya.
Fitri juga menambahkan pesan mendalam yang kini banyak dikutip warganet. Pesan tersebut memuat tentang pentingnya menghargai wanita terutama sosok wanita yang menemani masa berjuang. Tepat di tanggal 15 Agustus 2025 saya diceraikan, dan 17 Agustus 2025 dia menerima SK. Tuan yang terhormat, tidaklah harta, pangkat, jabatan dibawa mati. Tapi hargailah wanita yang selama ini menemanimu dari nol hingga mengantarkanmu ke jalan kesuksesan, walaupun dibalas dengan perceraian, ungkapnya.
Tak hanya itu, dalam unggahan lainnya, Fitri menulis bahwa ia tidak malu meski harus kembali ke rumah orang tuanya di Aceh Selatan bersama dua anaknya. Ia justru merasa lega telah berjuang sekuat tenaga demi keluarganya. Tak pernah berpikir untuk malu, asalkan kebutuhan rumah terpenuhi. Walaupun seharusnya itu bukan kewajiban saya, namun saya ikhlas membantu pasangan saya. Tapi hasilnya, saya hanya dimanfaatkan, tulisnya.