Empat Desa Migran Emas di Kepri, Bangkitkan Pekerja Migran di Bintan dan Karimun

admin.aiotrade 19 Des 2025 2 menit 21x dilihat
Empat Desa Migran Emas di Kepri, Bangkitkan Pekerja Migran di Bintan dan Karimun

Desa Migran Emas di Kepri: Percontohan dalam Perlindungan dan Pemberdayaan PMI

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) telah menetapkan empat desa di Kepulauan Riau (Kepri) sebagai Desa Migran Emas. Penetapan ini dilakukan dalam rangka memperingati Migran Day 2025. Keempat desa tersebut terletak di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun, dan telah resmi diluncurkan oleh Menteri KP2MI.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Imam Riyadi, menjelaskan bahwa keempat desa tersebut telah menjadi perhatian khusus dalam upaya mewujudkan lingkungan yang edukatif, maju, aman, dan sejahtera bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Penetapan ini juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem migrasi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Berikut adalah daftar empat Desa Migran Emas di Kepri:

  • Desa Pangke (Kabupaten Bintan)
  • Desa Pangke Baret (Kabupaten Bintan)
  • Desa Teluk Sasah (Kabupaten Karimun)
  • Desa Tanjung Berlian Barat (Kabupaten Karimun)

Program Desa Migran Emas dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat dalam menangani isu PMI dari hulu. Salah satu langkah utama adalah penguatan keterampilan warga melalui pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.

Profil dan Keunggulan Masing-Masing Desa

1. Desa Teluk Sasah (Karimun)

Desa Teluk Sasah dikenal memiliki banyak penggerak sosial yang aktif bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Dana desa dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari LPK dialokasikan untuk membiayai pelatihan dan sertifikasi kompetensi warga. LPK setempat bahkan telah bermitra dengan resort di Lagoi untuk melatih masyarakat di bidang perhotelan. Beberapa alumni pelatihan ini berhasil bekerja hingga ke Maladewa.

2. Desa Pangke (Bintan)

Kepala Desa Pangke aktif bekerja sama dengan perusahaan di wilayahnya. Melalui dana CSR, perusahaan-perusahaan tersebut membiayai pelatihan Bahasa Inggris bagi masyarakat. Ke depan, rencananya akan dikembangkan juga kampung bahasa Arab dan Korea Selatan untuk memperluas cakupan pelatihan.

Penghargaan untuk Dedikasi Kepala Desa

Atas kontribusi dan dedikasinya dalam penanganan isu PMI, keempat kepala desa tersebut menerima penghargaan dalam peringatan Migran Day 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Kepri Anshar Ahmad dan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin di Mapolda Kepri.

Dengan penetapan ini, keempat desa diharapkan dapat menjadi percontohan dalam membangun sistem perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran yang berkelanjutan di tingkat komunitas. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi PMI, tetapi juga membantu masyarakat setempat untuk lebih siap menghadapi tantangan global.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi para pekerja migran. Dengan adanya Desa Migran Emas, diharapkan dapat menjadi model yang bisa ditiru oleh daerah lain di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan