
Perjuangan Mama-Mama Papua dalam Mempertahankan Hak
Puluhan mama-mama pedagang Orang Asli Papua (OAP) menggelar konferensi pers terkait bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Pasar Modern Rufei, Kota Sorong, dan dihadiri perwakilan koordinator dari empat distrik di Kota Sorong.
6 Bulan Urus Berkas, Bantuan Belum Direalisasikan
Koordinator Distrik Sorong Epi Solosa menyampaikan kekecewaan mama-mama Papua kepada Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu karena bantuan yang telah diurus selama enam bulan belum juga direalisasikan. Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan dalam bentuk aksi unjuk rasa maupun tindakan anarkis. Semua arahan pemerintah selalu diikuti oleh para mama-mama dan koordinator.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menjelang perayaan Natal, Epi berharap pemerintah tidak mengecewakan mama-mama Papua yang menggantungkan harapan pada bantuan tersebut. Ia juga menyoroti kendala administrasi yang dinilai memberatkan, seperti persyaratan Nomor Induk Pegawai (NIP). Namun, jika itu aturan, mereka siap mengikuti. Epi menolak tegas rencana aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Papua Barat Daya yang mengatasnamakan mama-mama pedagang.
Mama-mama Papua Jangan Dibenturkan
Koordinator Distrik Sorong Kota, Ancelina Maniani, menegaskan bahwa pihaknya tidak datang untuk menyalahkan siapa pun atau menciptakan konflik. Ia meminta Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Papua Barat Daya untuk mengumpulkan perwakilan relawan dan kelompok terkait agar duduk bersama menyamakan persepsi. Menurut Ancelina, penyaluran bantuan dapat dilakukan secara bertahap agar tetap adil dan transparan.
Harapan Direalisasikan Tahun Ini
Koordinator Distrik Sorong Barat Mey Nuride meminta agar bantuan UMKM bagi Mama-mama Papua yang telah melengkapi berkas tidak kembali tertunda hingga tahun depan. Ia berharap bantuan bisa direalisasikan dalam beberapa hari ke depan, bukan ditunda ke tahun depan. Ia menegaskan para koordinator menolak tindakan anarkis dan mendukung penuh program pemerintah.
Ratusan Mama-mama di Pelabuhan Rakyat Belum Tersentuh Bantuan
Keluhan juga disampaikan Koordinator Distrik Sorong Manoi Novita Agagaire yang mewakili mama-mama pedagang di kawasan Pelabuhan Feri, Jalan Baru, Jalan Peri, Ringo, dan Makopolo. Dari lebih dari 600 data pedagang yang diajukan, hanya 18 orang yang menerima bantuan. Ia berharap Gubernur Papua Barat Daya memberi perhatian khusus kepada Mama-mama Papua di kawasan pelabuhan.
Langkah yang Diambil oleh Para Koordinator
Para koordinator berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan segera memanggil seluruh pihak terkait untuk membahas mekanisme penyaluran bantuan secara terbuka, adil, dan bertahap. Hal ini menjadi penting untuk memastikan semua mama-mama Papua mendapatkan hak mereka tanpa ada yang terlewat.