Pameran Mahkota Emas Silla yang Langka
Pada ajang Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) di Korea Selatan, 31 Oktober hingga 1 November 2025, enam mahkota emas dari Kerajaan Silla kuno akan dipamerkan secara bersamaan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Keenam mahkota ini berasal dari abad ke-5 hingga ke-6 dan biasanya disimpan terpisah di berbagai museum nasional Korea.
Dua mahkota, masing-masing dari makam Geumnyeongchong dan Hwangnamdaechong, dikelola oleh Museum Nasional Korea di Seoul. Tiga lainnya merupakan koleksi Museum Nasional Gyeongju, sedangkan mahkota keenam dari makam Seobongchong selama ini dipinjamkan ke Museum Nasional Cheongju sejak Mei 2023. Kini, keenamnya akan tampil dalam satu ruang pameran untuk memperingati pelaksanaan KTT APEC 2025 di Korea Selatan sekaligus menandai peringatan ke-80 Museum Nasional Gyeongju.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pameran “Silla Gold Crowns: Power and Prestige”
Pameran bertajuk “Silla Gold Crowns: Power and Prestige” akan menampilkan mahkota yang menggambarkan kejayaan kerajaan Silla—kekuatan yang pernah menguasai dua pertiga Semenanjung Korea pada masa puncaknya (57 SM–935 M). Direktur Museum Nasional Gyeongju, Yoon Sang Deok, menyatakan bahwa mahkota emas Silla merupakan karya seni dengan keindahan dan keaslian formatif paling tinggi di antara ornamen kuno Asia Timur. Ini adalah pertama kalinya keenam mahkota emas ditampilkan di satu tempat.
Pihak museum menjelaskan bahwa pameran ini menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya emas Silla sebagai “inti peradaban Korea kuno” kepada dunia internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi simbol diplomasi budaya yang menghubungkan masa lalu dan masa kini di tengah pesatnya pengaruh budaya pop Korea.
“Kami ingin mempromosikan nilai global warisan budaya Korea melalui pameran ini dan menjadikannya wadah diplomasi budaya yang menjembatani Silla dan dunia,” tambah Yoon.
Lebih dari Sekadar Mahkota
Selain keenam mahkota emas, pengunjung juga dapat melihat enam sabuk emas dari makam Geumgwanchong, Hwangnamdaechong, dan Cheonmachong, sehingga total artefak bersejarah yang ditampilkan mencapai 20 item.
Untuk persiapan pameran besar ini, Museum Nasional Gyeongju akan ditutup sementara pada 28 Oktober–1 November 2025, dan dibuka kembali untuk publik mulai 2 November hingga 14 Desember 2025.
Pameran ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkenalkan warisan sejarah dan seni tinggi dari zaman Silla kepada masyarakat global, serta memperkuat citra Korea Selatan sebagai pusat diplomasi budaya Asia Timur.