Energi Surya Pertamina Bangkitkan Ekonomi Eks Penyintas ODGJ di Bandung Barat

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Energi Surya Pertamina Bangkitkan Ekonomi Eks Penyintas ODGJ di Bandung Barat


JAKARTA, aiotrade
– Sebuah bengkel dan tempat cuci motor di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, menjadi contoh bagaimana energi terbarukan dapat mendorong pemulihan sosial serta pemberdayaan ekonomi bagi penyintas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah pulih.

Program ini dikenal sebagai Program Desa Energi Berdikari (DEB), yang digagas oleh Pertamina. Melalui program ini, mereka menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh untuk menggerakkan operasional bengkel dan cuci motor yang dikelola oleh komunitas setempat. Fasilitas ini merupakan bagian dari program Jiwa Berdaya yang bertujuan memberikan ruang produktif bagi para penyintas untuk kembali bekerja serta diterima masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebelum adanya PLTS, kegiatan usaha berjalan sederhana karena keterbatasan peralatan dan tingginya biaya listrik. Dengan dukungan energi surya, biaya operasional dapat ditekan hingga lebih dari 13,9 juta rupiah per tahun. Penghematan ini membantu keberlanjutan usaha sekaligus memperluas manfaat bagi anggota komunitas.

“Untuk menghemat biaya, dulu kami sering menghentikan pekerjaan saat malam hari. Sekarang, dengan tenaga surya, kami bisa bekerja lebih lama, bahkan membantu penerangan lampu jalan di sekitar bengkel,” ujar Heri, anggota tim Jiwa Berdaya yang juga penyintas ODGJ.

Program ini melibatkan 14 penyintas ODGJ yang telah pulih serta 20 warga sekitar dan memberi manfaat tidak langsung bagi sekitar 70 orang. Melalui jasa servis, cuci motor dan penjualan pelumas, pendapatan kelompok ditargetkan meningkat hingga 40–50 juta rupiah per tahun. Ke depan, kelompok berencana membuka kantin dan galeri produksi untuk memperluas usaha.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, inisiatif ini menunjukkan bahwa energi terbarukan memiliki peran lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan listrik.

“Energi terbarukan bukan hanya soal keberlanjutan, tetapi juga tentang kemanusiaan. Program ini membuktikan bahwa energi bisa memulihkan semangat dan menghapus stigma yang melekat pada seseorang,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat ekonomi dan sosial, penerapan PLTS ini juga berdampak positif terhadap lingkungan. Setiap tahun, bengkel Jiwa Berdaya mampu menurunkan emisi karbon hingga 9,06 ton CO2ek, setara dengan penanaman 2.265 pohon.

Pertamina menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan komitmen transisi energi dan target Net Zero Emission 2060, serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam operasionalnya.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Program Jiwa Berdaya memberikan banyak manfaat ekonomi dan sosial. Selain meningkatkan pendapatan kelompok, program ini juga memberikan kesempatan kerja kepada penyintas ODGJ. Dengan adanya PLTS, kegiatan usaha dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

  • Penyintas ODGJ diberi kesempatan untuk kembali bekerja dan diterima oleh masyarakat.
  • Pendapatan kelompok meningkat hingga 40–50 juta rupiah per tahun.
  • Biaya operasional bisa ditekan hingga lebih dari 13,9 juta rupiah per tahun.

Dampak Lingkungan

Selain manfaat ekonomi dan sosial, program ini juga memberikan dampak lingkungan yang positif. Dengan penggunaan PLTS, emisi karbon dapat dikurangi secara signifikan.

  • Emisi karbon turun hingga 9,06 ton CO2ek per tahun.
  • Setara dengan penanaman 2.265 pohon.
  • Membantu mencapai target Net Zero Emission 2060.

Tantangan dan Harapan

Meskipun program ini memberikan banyak manfaat, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, keterbatasan dana dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang energi terbarukan. Namun, dengan dukungan pemerintah dan swasta, harapan besar ditempatkan agar program ini dapat berkembang lebih lanjut.

  • Diperlukan dukungan dana untuk pengembangan usaha.
  • Perlu edukasi masyarakat tentang manfaat energi terbarukan.
  • Harapan besar untuk pengembangan program ke masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan