
Pemkot Bogor Menjaga Keterbukaan Informasi Publik
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan pentingnya menjaga keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun transparansi dan partisipasi masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat di Mini Teater UPTD PLDDIG Diskominfo Provinsi Jawa Barat (Jabar Command Center), Jalan Diponegoro No.22, Kota Bandung, pada Jumat (7/11/2025).
Denny Mulyadi menjelaskan bahwa Pemkot Bogor bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor telah melakukan ekspose terkait keterbukaan informasi publik. Ekspose ini dilakukan untuk menunjukkan komitmen Pemkot Bogor dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang berkualitas, adaptif terhadap era digital, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Alhamdulillah, hari ini Pemkot Bogor sudah melakukan ekspose terkait keterbukaan informasi publik yang dinilai langsung oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat,” ujar Denny.
Ia menegaskan bahwa komitmen Pemkot Bogor terhadap keterbukaan informasi publik bukan hanya sekadar wacana, melainkan telah dibuktikan melalui capaian predikat Badan Publik Informatif dengan nilai 94,07 yang telah diraih oleh Kota Bogor pada tahun 2024 lalu.
“Kami menegaskan prinsip informasi yang valid, mutakhir, dan mudah diakses sebagai budaya kerja dalam setiap penyampaian informasi publik,” tegas Denny.
Untuk itu, ia berharap Kota Bogor dapat terus mempertahankan predikat sebagai Badan Publik Informatif untuk tahun ini. “Saat ekspose tadi tim penilai memberikan apresiasi. Mudah-mudahan Kota Bogor bisa mempertahankan kategori informatif untuk tahun ini,” tuturnya.
Denny juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Diskominfo Kota Bogor yang terus menjaga kualitas pelayanan informasi publik.
Layanan Inklusi Netra untuk Masyarakat
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Bogor, Dian Intannia Lesmana, menjelaskan bahwa Pemkot Bogor juga terus memperluas akses keterbukaan informasi publik bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas melalui fitur Inklusi Netra untuk Aduan dan Respon Warga (INARA).
“INARA adalah layanan pengaduan berbasis suara yang dirancang untuk memudahkan penyandang tunanetra dalam menyampaikan aspirasi, pengaduan, atau permohonan informasi publik tanpa hambatan visual,” ungkap Dian.
Ia menambahkan, Diskominfo juga mengembangkan sistem digital terpadu yaitu Bogor Single Window (BSW) yang telah terintegrasi dengan berbagai layanan publik di lingkungan Pemkot Bogor, mulai dari pengajuan hibah, program keluarga harapan, hingga akses bantuan sosial lainnya.
Komitmen Diskominfo dalam Keterbukaan Informasi
Dian menegaskan bahwa Diskominfo akan terus berkomitmen dalam menjaga keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemkot Bogor untuk masyarakat. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, menjaga keseimbangan antara transparansi dan perlindungan data pribadi, serta terus berinovasi dalam tata kelola pemerintahan berbasis digital,” pungkasnya.