
Konsistensi Target Piala Dunia 2034
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa target untuk mencapai Piala Dunia 2034 tetap konsisten dan tidak akan berubah. Meski Timnas Indonesia gagal meraih tempat di Piala Dunia 2026 setelah mengalami dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak di babak keempat kualifikasi, PSSI tetap mempertahankan rencana jangka panjang mereka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Seiring dengan hasil tersebut, PSSI dan Patrick Kluivert sepakat mengakhiri kerja sama. Per 16 Oktober 2025, Kluivert tak lagi melatih Timnas Indonesia. Hal ini menjadi langkah penting dalam proses perubahan yang sedang dilakukan oleh PSSI.
Saat ini, Timnas Indonesia sedang mempersiapkan langkah-langkah baru untuk menyongsong agenda ke depan. Dalam waktu dekat, Skuad Garuda juga akan menghadapi Piala Dunia 2030 yang menjadi tantangan penting dengan adanya perubahan dalam tim kepelatihan.
Erick Thohir menjelaskan bahwa dia tengah merancang rencana untuk menemukan pelatih baru bagi timnas Indonesia. Dia telah melakukan diskusi dengan sejumlah pihak untuk memikirkan langkah yang tepat ke depan. "Saya sudah bertemu dengan Sumardji, Dirtek PSSI, BTN, dan Sekjen PSSI, nanti BTN dan Dirtek akan mencari calonnya siapa lalu dilaporkan ke Ketum," ujarnya.
Erick menambahkan bahwa Ketum akan mengadakan rapat Exco untuk membahas hal ini, meskipun ada polemik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. PSSI berkomitmen untuk mempertimbangkan dengan cermat dalam mencari sosok pelatih yang tepat.
Pelajaran dari Pengalaman Sebelumnya
Erick juga menyatakan bahwa mereka akan mengacu pada pengalaman mempekerjakan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert dalam pengambilan keputusan ini. "Kekurangan dan kelebihan dari Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert ini yang akan kita pelajari agar ke depannya lebih baik lagi," kata Erick.
Dia menyampaikan dukungannya terhadap kedua pelatih tersebut. Namun, pada akhirnya Erick Thohir mengingatkan bahwa hasil di lapangan tetap menjadi tanggung jawab mereka.
Komitmen terhadap Rencana Jangka Panjang
Erick menegaskan bahwa PSSI akan tetap berpegang pada rencana strategis untuk fokus pada Piala Dunia 2034. Semua aspek terkait persiapan akan direncanakan dengan matang, termasuk pencarian pemain-pemain berkualitas yang memiliki garis keturunan Indonesia.
"Sepak bola ini nasional kita bangun dari generasi ke generasi, blueprint kita tidak berubah kita ingin 2034," ungkapnya. Dia juga menambahkan bahwa mereka akan berupaya semaksimal mungkin meskipun telah gagal menembus Piala Dunia 2026.
"Saya secara gentle sudah minta maaf kepada masyarakat dan pemerintah, setelah kekalahan itu kita rapat," tutup Erick.