Erick Thohir: Pelatih Dekat Pemain Tapi Taktik Kurang Kuat

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Erick Thohir: Pelatih Dekat Pemain Tapi Taktik Kurang Kuat


Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menunjukkan sikap hati-hati dalam memilih pelatih untuk timnas Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, PSSI mengalami perubahan di posisi pelatih, dengan dua nama yang sebelumnya menjabat, yaitu Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, kini telah berhenti. Perubahan ini menjadi bagian dari evaluasi internal yang dilakukan oleh PSSI.

Erick menyatakan bahwa keputusan untuk melewatkan FIFA Matchday pada bulan November menunjukkan komitmen PSSI dalam mencari pelatih yang tepat. Proses pencarian ini akan dilakukan secara serius dan matang, karena posisi Indonesia di ranking FIFA masih belum cukup menguntungkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam wawancaranya, Erick menjelaskan bahwa misi terdekat adalah tampil maksimal di Piala Asia 2027. Jika pelatih baru mampu membawa timnas Indonesia melaju ke babak 16 besar, maka target utama berikutnya adalah lolos ke Piala Dunia 2030. Namun, hal ini sangat bergantung pada kemampuan dan karakter pelatih yang akan dipilih.

"Kita memiliki target-target untuk Piala Asia 2027, termasuk bisa tidak masuk ke babak 16 besar," ujarnya. "Karena peringkat FIFA kita di Asia masih di 20 besar, lalu bisa tidak dengan sukses itu membuka target lolos ke Piala Dunia (2030)."

Menurut Erick, sosok pelatih yang dibutuhkan saat ini harus memiliki pendekatan yang beragam. Beberapa pelatih mungkin lebih baik dalam manajemen pemain, tetapi kurang dalam aspek taktikal. Di sisi lain, ada pelatih yang kuat dalam strategi permainan, namun mempercayakan aspek lain kepada asisten pelatih. Hal ini biasanya terjadi di klub-klub besar.

"Tentu tidak ada pelatih sempurna," tambahnya. "Ada pelatih yang kuat di manajemen pemain tetapi secara taktikal mungkin belum, tapi dia didukung oleh tim (pelatih), itu di klub banyak. Ada pelatih yang kuat di taktik tetapi terkait faktor x pemain dia meminta timnya mengurus."

Erick juga menyadari bahwa PSSI masih dalam proses belajar menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Ia ingin pelatih selanjutnya dapat berkoordinasi dengan pemain dan federasi secara efektif. Ini menjadi nilai utama yang harus diperhatikan, meskipun tidak mudah untuk dicapai.

"Proses belajar yang kita lakukan selama ini yang akan kita coba lihat pelatih apa yang bisa lebih baik," katanya. "Tidak hanya target pelatih dan pemain, tapi juga koordinasi antara pelatih dan federasi."

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan